Rakor yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, kepolisian, Badan Pusat Statistik (BPS), perbankan, Perum Bulog, para Kapolsek, hingga kelompok tani.
Mewakili Bupati Murung Raya, Asisten III Setda, Andri Raya, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
“Pemkab Murung Raya terus mendorong perluasan lahan tanam dan memfasilitasi akses pembiayaan melalui KUR agar petani lebih leluasa mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, pihak perbankan memaparkan berbagai skema dan kemudahan akses KUR yang dapat dimanfaatkan petani, baik untuk modal usaha maupun pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Diskusi berlangsung dinamis ketika kelompok tani menyampaikan aspirasi di lapangan. Salah satunya datang dari Kelompok Tani Danau Usung yang berharap adanya dukungan alsintan, khususnya peralatan pengolahan lahan, guna meningkatkan produktivitas.
Selain itu, mereka juga menyoroti perlunya peningkatan peran penyuluh pertanian yang dinilai masih belum optimal dalam pendampingan di lapangan.
Di sisi lain, Perum Bulog menyatakan kesiapan menyerap hasil produksi jagung petani tanpa batasan jumlah, dengan syarat kadar air maksimal 14 persen. Hal ini menjadi angin segar bagi petani terkait kepastian pasar hasil panen.
Sementara itu, Wakapolres Murung Raya, Wibowo, mengajak jajaran Kapolsek dan Babinsa untuk turut aktif mendampingi penyuluh dan kelompok tani dalam pengembangan pertanian jagung di wilayah masing-masing.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, aparat keamanan, dan petani, diharapkan produksi jagung di Kabupaten Murung Raya dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan. (*)
(nash/satuhabar)