| Harga bahan baku plastik di Banjarmasin melonjak hingga dua kali lipat, pelaku usaha mulai tertekan dan mempertimbangkan kenaikan harga jual. |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Kenaikan tajam harga bahan baku plastik mulai dirasakan para pelaku usaha di Banjarmasin. Lonjakan yang disebut-sebut mencapai hingga dua kali lipat ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi dan berpotensi mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen.
Riansyah, pengusaha percetakan plastik yang memproduksi cup dan kantong kemasan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir, tidak lama setelah situasi konflik internasional memanas.
“Perubahan harga mulai terasa sekitar dua minggu setelah kondisi global itu memanas. Kenaikannya cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya produksi mengalami peningkatan drastis. Jika sebelumnya pembuatan 2.000 cup plastik hanya memerlukan sekitar Rp600 ribu, kini angkanya melonjak hingga menyentuh Rp1 juta bahkan lebih.
“Kenaikannya bisa di kisaran 50 sampai 100 persen. Ini tentu sangat memberatkan,” jelasnya.
Menurut Riansyah, kondisi ini juga mulai memengaruhi perilaku konsumen. Sebagian pelanggan memilih mencari alternatif yang lebih murah, bahkan ada yang membawa wadah sendiri untuk menghemat pengeluaran.
“Sekarang pelanggan juga ikut terdampak. Ada yang beralih ke produk yang lebih tipis atau memilih bawa cup sendiri,” tambahnya.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada produk tertentu, tetapi juga merambah ke plastik kemasan sederhana. Harga plastik pembungkus yang sebelumnya berkisar Rp2.000 per pak kini naik hingga Rp4.000.
Hal serupa disampaikan Adit, pemilik kedai kopi di Banjarmasin. Ia mengakui lonjakan harga plastik cukup memengaruhi struktur biaya usahanya.
“Memang terasa sekali. Dulu masih di kisaran belasan ribu, sekarang sudah naik jadi puluhan ribu,” katanya.
Ia menyebutkan, hampir seluruh jenis bahan plastik mengalami kenaikan harga. Berdasarkan informasi dari pemasok, kondisi ini dipicu oleh terganggunya rantai pasok bahan baku akibat situasi global.
“Supplier bilang hampir semua bahan plastik naik karena dampak kondisi internasional,” ungkapnya.
Meski demikian, Adit mengaku masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga produknya. Namun, jika kondisi terus berlanjut, penyesuaian harga menjadi langkah yang kemungkinan akan diambil.
“Untuk sekarang masih bertahan, tapi kalau terus naik, mau tidak mau harus dipertimbangkan,” pungkasnya.(*)
(faidh/satuhabar)
Tags
Kalsel