SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat pembangunan berbasis data. Kegiatan ini digelar di aula Bapperida Murung Raya, Selasa (28/4/2026), dan dirangkai dengan Focus Group Discussion (FGD) Satu Data Indonesia.
Acara tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Murung Raya, Sarwo Mintarjo, yang hadir mewakili Bupati Murung Raya. Sejumlah kepala perangkat daerah, unsur Forkopimda, serta undangan terkait turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sarwo, ditegaskan bahwa data memiliki peran krusial dalam seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Tanpa dukungan data yang valid dan terintegrasi, pembangunan berisiko tidak tepat sasaran dan justru menjadi lebih mahal,” ujarnya.
Ia menambahkan, desa sebagai unit pemerintahan paling dekat dengan masyarakat memiliki peran penting sebagai sumber utama data pembangunan. Melalui program ini, desa didorong tidak hanya sebagai objek pendataan, tetapi juga sebagai pengelola dan pengguna data untuk menentukan arah pembangunan secara mandiri.
Sementara itu, Kepala Bapperida Murung Raya, Reyzal Samat, menjelaskan bahwa Program Desa Cantik bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur desa terhadap pentingnya statistik dalam mendukung kebijakan yang lebih akurat dan efektif.
“Dengan peningkatan literasi statistik, diharapkan desa mampu menyusun data yang berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelasnya.
Pada tahun 2026, terdapat tiga wilayah yang ditetapkan sebagai lokus Program Desa Cantik, yakni Desa Danau Usung, Desa Muara Jaan, serta Kelurahan Puruk Cahu Seberang.
Pemkab Murung Raya juga mendorong seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta pemerintah desa dan kelurahan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut.
Melalui inisiatif ini, diharapkan kualitas data di tingkat desa semakin meningkat, sehingga mampu mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. (*)
(nash/satuhabar)
