Tembus Sungai dan Medan Sulit, Tim Kesehatan Polda Kalteng Layani Warga Danau Tundai

Personel Polda Kalteng saat memberikan layanan kesehatan di wilayah Pelosok Palangka Raya. (Dok. RRI/Istimewa) 


SATUHABAR.COM, KALTENG - PALANGKA RAYA – Medan berat dan akses terbatas tak menjadi penghalang bagi tim kesehatan Polda Kalimantan Tengah untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya kembali menggelar Pelayanan Kesehatan Keliling (Yankesling) di Kelurahan Danau Tundai, Kecamatan Sebangau, Senin (13/4/2026).

Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal mudah. Tim Kesehatan Mobile (Kesmob) harus menyusuri jalur sungai menggunakan perahu kayu atau kelotok, menembus medan yang menantang dan memakan waktu cukup lama. Namun, keterbatasan tersebut tak menyurutkan semangat para personel untuk menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Setibanya di lokasi, antusiasme warga langsung terlihat. Puluhan masyarakat dari berbagai usia berdatangan untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan umum, konsultasi medis, pemberian obat, hingga edukasi kesehatan.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, AKBP dr. Anton Sudarto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam pelayanan kemanusiaan.

“Ini adalah komitmen kami untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau fasilitas medis,” ujarnya mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Selain pelayanan medis, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, serta pencegahan penyakit yang umum terjadi di daerah rawa dan bantaran sungai.

Program Yankesling ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan dari Rumah Sakit Bhayangkara dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di daerah pelosok yang masih minim akses layanan kesehatan.

Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan secara mandiri. (*)


(dho/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama