| Kebakaran tiga rumah di Jalan Lesa, Parenggean, Sabtu siang (4/4/2026) berhasil dikendalikan sebelum meluas. Tidak ada korban jiwa, sementara penyebab kejadian masih dalam penyelidikan. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Lesa, Kelurahan Parenggean, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (4/4/2026) siang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.32 WIB itu pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Haji E’el. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 13.34 WIB dan tiba pukul 13.40 WIB untuk melakukan penanganan.
Api awalnya terlihat di sekitar pertigaan Jalan Pelita, tepatnya di depan Kantor PDAM Unit Parenggean, sebelum dengan cepat membesar dan mengancam bangunan di sekitarnya. Saat petugas tiba, kondisi api sudah dalam status kuning berkat upaya awal warga, sehingga penanganan difokuskan pada pemadaman lanjutan dan pendinginan.
Proses pemadaman dimulai pukul 13.41 WIB, dilanjutkan pendinginan pada pukul 13.45 WIB, serta pemeriksaan akhir pada pukul 13.54 WIB. Kebakaran dinyatakan sepenuhnya selesai pada pukul 13.55 WIB.
Kepala Pos Pemadam Kebakaran Parenggean, Heriyanoor, menjelaskan bahwa cepatnya perambatan api dipicu oleh material bangunan yang didominasi kayu.
“Total ada tiga bangunan yang terbakar, semuanya konstruksi kayu dengan luas sekitar 15×20 meter persegi,” ujarnya.
Tiga bangunan yang terbakar masing-masing milik Agau (±50 tahun), Ulun Nurjaman (±30 tahun), dan M. Darmawan (±50 tahun).
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, serta tidak terdapat bangunan lain yang terdampak. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar.
“Status kebakaran sudah dinyatakan hijau,” tambah Heriyanoor.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Kondisi cuaca yang cerah turut membantu proses penanganan di lapangan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan mudah terbakar, serta perlunya peningkatan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Peristiwa