Peringatan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Murung Raya Tahun Anggaran 2027, Senin (31/3/2026).
Dalam sambutannya, Rahmanto menyoroti dampak konflik global, khususnya ketegangan antara Israel dan Iran, yang berpotensi memengaruhi stabilitas berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia mengungkapkan, pemerintah pusat telah memberi sinyal akan adanya kebijakan baru berupa Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang dalam waktu dekat akan disosialisasikan ke seluruh daerah.
“Situasi ini bukan hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga banyak negara di dunia. Pemerintah pusat telah menyampaikan akan ada kebijakan WFH yang segera diberlakukan dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya.
Rahmanto menegaskan, dalam kondisi global yang tidak menentu, pemerintah daerah harus mampu beradaptasi cepat agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Selain itu, ia juga menyoroti potensi dampak pada sektor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), yang diperkirakan akan menghadapi tekanan dalam waktu dekat.
“Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk, terutama terkait ketersediaan dan penggunaan BBM. Kondisi global saat ini menuntut kita untuk lebih bijak dan adaptif,” tegasnya.
Untuk itu, ia mengimbau seluruh perangkat daerah agar mulai melakukan langkah efisiensi, terutama dalam penggunaan bahan bakar minyak, sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kebijakan yang akan datang.
“Kami minta seluruh perangkat daerah mulai melakukan penghematan dari sekarang, sehingga saat kebijakan pusat diterapkan, kita sudah dalam kondisi siap,” tambahnya.
Rahmanto juga menekankan pentingnya kesiapan sejak dini agar pelayanan publik tetap berjalan maksimal meskipun di tengah tekanan situasi global.
“Dengan langkah antisipatif dan efisiensi yang kita lakukan sejak sekarang, stabilitas kinerja pemerintah daerah diharapkan tetap terjaga, apa pun kondisi yang terjadi ke depan,” pungkasnya. (*)
(faidh/satuhabar)