Musik Panting Resmi Jadi Warisan Budaya Tradisional Kalsel

Alat musik Panting khas Kalimantan Selatan resmi tercatat sebagai Ekspresi Budaya Tradisional melalui sertifikat KIK.(Dok. Teras7.com)


SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarbaru - Pemerintah melalui Kementerian Hukum Republik Indonesia resmi memberikan pengakuan terhadap musik Panting sebagai bagian dari warisan budaya tradisional Kalimantan Selatan. Pengakuan tersebut diwujudkan melalui penerbitan sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dalam kategori Ekspresi Budaya Tradisional (EBT).

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kalimantan Selatan, Alex Cosmas Pinem, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan negara terhadap budaya daerah yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Selain musik Panting, sejumlah kesenian dan alat musik tradisional khas Banua juga memperoleh pencatatan KIK. Di antaranya gamelan Banjar, Kuriding yang dikenal sebagai alat musik harpa mulut tradisional, musik Kintung asal Kabupaten Banjar, hingga kurung-kurung Hantak dari Kabupaten Tanah Laut.

Menurut Alex, pencatatan kekayaan intelektual komunal menjadi upaya penting untuk menjaga identitas budaya daerah sekaligus mengantisipasi potensi klaim maupun penyalahgunaan budaya tradisional oleh pihak lain.

Ia menegaskan bahwa ekspresi budaya tradisional bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari jati diri masyarakat yang memiliki nilai sejarah dan diwariskan lintas generasi.

“Kami ingin budaya daerah tetap terjaga melalui pencatatan dan perlindungan hukum sehingga keberadaannya semakin kuat dan diakui,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, berharap pengakuan tersebut dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif melestarikan budaya lokal.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi pemain alat musik tradisional di tengah semakin berkurangnya pelaku seni dari kalangan muda. Menurutnya, keterlibatan generasi muda sangat dibutuhkan agar kesenian tradisional tidak hilang tergerus perkembangan zaman.

“Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan proses regenerasi. Anak muda perlu dikenalkan dan diajak belajar memainkan alat musik tradisional agar warisan budaya tetap hidup,” katanya.(*)


(faidh/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama