SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyebut kehadiran maskapai Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit sebagai sejarah baru bagi dunia penerbangan di daerah tersebut. Untuk pertama kalinya, pesawat Airbus A320 berkapasitas sekitar 180 penumpang mendarat secara reguler di bandara tersebut.
“Alhamdulillah, sepanjang sejarah baru kali ini pesawat dengan badan cukup lebar dan kapasitas sekitar 180 penumpang mendarat di Bandara H Asan Sampit. Ini pertama kalinya,” kata Halikinnor saat menghadiri penerbangan perdana Super Air Jet rute Jakarta-Sampit-Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurut Halikinnor, keberhasilan menghadirkan maskapai baru merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola bandara, Dinas Perhubungan hingga dukungan masyarakat.
Ia menilai hadirnya penerbangan jet langsung dari Jakarta akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Kotim yang selama ini didominasi sektor perkebunan kelapa sawit, pertambangan, perdagangan dan jasa.
“Berawal dari mimpi, hari ini menjadi kenyataan yang luar biasa. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kotawaringin Timur,” ujarnya.
Halikinnor mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan fasilitas dan keselamatan penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Salah satunya melalui penanganan obstacle atau hambatan keselamatan penerbangan berupa pepohonan di sekitar kawasan bandara yang sebagian telah mulai ditangani.
Selain itu, pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan juga telah membahas rencana pengembangan bandara melalui perpanjangan dan pelebaran runway guna mendukung operasional pesawat yang lebih optimal di masa mendatang.
Dukungan terhadap hadirnya Super Air Jet juga mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin. Ia mengaku terkesan dengan antusiasme pemerintah daerah dalam menyambut penerbangan perdana tersebut.
Menurut Ferdinan, inaugurasi penerbangan di Sampit menjadi salah satu yang paling berkesan selama dirinya bertugas di lingkungan Kementerian Perhubungan.
“Saya 26 tahun mengabdi di Kementerian Perhubungan. Baru kali ini acara inaugurasi penerbangan dihadiri dua kepala daerah sekaligus. Ini menunjukkan dukungan yang luar biasa terhadap pengembangan transportasi udara,” katanya.
Ia menilai kehadiran Super Air Jet menjadi peluang besar bagi pengembangan konektivitas udara di Kalimantan Tengah, khususnya bagi masyarakat Kotim, Seruyan dan Katingan yang selama ini memanfaatkan Bandara H Asan Sampit sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara.
Namun demikian, Ferdinan mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menghadirkan maskapai baru, melainkan memastikan operasional penerbangan dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
“Mendatangkan pesawat itu sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Karena itu diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar penerbangan ini dapat terus berkembang dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, otoritas bandara dan maskapai penerbangan dapat terus diperkuat sehingga kehadiran Super Air Jet benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur