SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memulai rehabilitasi total Jembatan Patah yang berada di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan permanen.
Pekerjaan ditandai dengan pembongkaran seluruh lantai jembatan berbahan kayu ulin yang selama ini menjadi jalur penghubung masyarakat. Sejumlah pekerja tampak melepas papan-papan lantai yang dinilai sudah mengalami penurunan kualitas dan tidak lagi layak digunakan dalam jangka panjang.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, akses melintasi jembatan ditutup sementara. Masyarakat yang biasa menggunakan jalur tersebut diarahkan melewati rute alternatif yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan rehabilitasi kali ini dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengganti bagian yang rusak seperti pada perbaikan sebelumnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil karena pembangunan jembatan permanen masih berada pada tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS), sehingga diperlukan solusi sementara agar jembatan tetap aman digunakan masyarakat.
“Jembatan permanen masih dalam proses studi kelayakan. Sambil menunggu seluruh tahapan perencanaan selesai, kondisi jembatan yang ada harus tetap aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Mentana saat diwawancarai, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak ingin menunggu terlalu lama hingga pembangunan jembatan permanen terlaksana, sementara aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses tersebut terus berlangsung setiap hari.
Karena itu, rehabilitasi yang saat ini dikerjakan merupakan bagian dari program pemeliharaan yang telah direncanakan sebelumnya untuk menjaga fungsi dan keamanan jembatan.
Dalam pekerjaan tersebut, seluruh lantai jembatan yang dinilai mengalami penurunan kualitas akan diganti menggunakan material baru. Upaya ini diharapkan mampu memperpanjang masa layanan jembatan hingga proyek pembangunan permanen dapat direalisasikan.
Mentana menambahkan, setelah studi kelayakan selesai masih terdapat sejumlah tahapan lanjutan yang harus dilalui, termasuk penyusunan detail engineering design (DED) dan proses perencanaan teknis lainnya.
Pemerintah daerah juga masih mengkaji berbagai aspek teknis terkait pembangunan jembatan permanen, termasuk kemungkinan pembangunan dilakukan di lokasi yang sama maupun pada titik lain yang dianggap lebih sesuai.
“Dari hasil kajian sementara, penggantian lantai yang dilakukan sekarang diperkirakan cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat hingga pembangunan jembatan permanen dapat dilaksanakan,” katanya.
Pekerjaan rehabilitasi jembatan tersebut diperkirakan berlangsung selama 90 hari. Selama proses pengerjaan, masyarakat diminta tidak melintas di area proyek dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah tersedia demi menghindari risiko kecelakaan.
Selama ini Jembatan Patah menjadi salah satu akses penting bagi warga. Namun kondisi lantai yang semakin menurun kerap menjadi keluhan pengguna jalan karena dianggap membahayakan.
Beberapa kejadian kecelakaan bahkan pernah dilaporkan terjadi di sekitar lokasi, termasuk pengendara yang terjatuh akibat kondisi lantai jembatan yang rusak dan tidak rata.
Masyarakat berharap rehabilitasi yang tengah berlangsung dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat melintas, sembari menantikan terwujudnya pembangunan jembatan permanen yang lebih representatif.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur