![]() |
| Rumah Produksi Henahuafiz asal Martapura, Kabupaten Banjar menjadi Juara I pada ajang PENAS KTNA XVII 2026 di Gorontalo – (Dok. MC Kalsel) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - GORONTALO – Kiprah pelaku usaha Kalimantan Selatan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam penutupan Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII Tahun 2026 di Gorontalo, kontingen Banua berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus, salah satunya melalui karya wirausaha berbasis sektor pangan yang berasal dari Kabupaten Banjar.
Rumah Produksi Henahuafiz asal Martapura tampil sebagai yang terbaik dan meraih Juara I Karya Wirausaha Petani-Nelayan, mengungguli peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk lokal Kalimantan Selatan mampu bersaing melalui inovasi dan kualitas yang terus berkembang.
Selain sukses di kategori wirausaha, stan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga meraih Juara III Kategori A, setelah dinilai berhasil menampilkan kekayaan potensi daerah mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga peternakan secara menarik dan informatif.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi hasil nyata dari upaya bersama dalam membangun sektor pangan yang produktif dan berdaya saing.
Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya membawa nama baik daerah, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk dikenal pasar nasional.
“Ini membuktikan bahwa hasil karya petani, nelayan, dan pelaku usaha Kalimantan Selatan memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain. Semoga menjadi motivasi untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Rusdi menambahkan, ajang PENAS KTNA memiliki peran penting dalam mempertemukan para pelaku utama sektor pangan dari seluruh Indonesia. Selain menjadi sarana promosi, kegiatan tersebut juga membuka ruang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang bermanfaat bagi pengembangan usaha.
Ia berharap keberhasilan yang diraih di Gorontalo dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih tertarik mengembangkan usaha berbasis pertanian, perikanan, dan agribisnis.
“Potensi yang dimiliki daerah sangat besar. Jika terus dikembangkan dengan inovasi dan kreativitas, sektor ini mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Prestasi yang diraih pada PENAS KTNA XVII Tahun 2026 menjadi catatan positif bagi Kalimantan Selatan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, mendorong tumbuhnya wirausaha baru, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah di tingkat nasional. (*)
(yus/satuhabar)
