SPMB 2026 Segera Dibuka, Disdik Kotim Dorong Sekolah Bangun Citra Positif

Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Selain mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan dokumen persyaratan pendaftaran, Disdik juga meminta sekolah lebih aktif membangun citra positif guna menarik minat calon peserta didik.

Kepala Disdik Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan seluruh tahapan SPMB telah disusun melalui petunjuk teknis yang menjadi acuan pelaksanaan penerimaan murid baru di semua jenjang pendidikan.

“Melalui juknis yang telah ditetapkan, kami ingin memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berjalan tertib, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Untuk jenjang PAUD dan SD, pendaftaran jalur afirmasi dijadwalkan pada 22–23 Juni 2026, sedangkan jalur domisili dan mutasi berlangsung pada 23–24 Juni 2026. Sementara itu, untuk jenjang SMP, pendaftaran jalur afirmasi dibuka pada 29–30 Juni 2026, sedangkan jalur domisili, prestasi, dan mutasi berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.

Setelah tahapan pendaftaran selesai, sekolah akan melakukan verifikasi dan validasi data sebelum hasil seleksi diumumkan. Peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Yolanda mengimbau orang tua calon peserta didik untuk memperhatikan jadwal pendaftaran dan memastikan seluruh data yang disampaikan sesuai dengan dokumen resmi.

“Kami mengimbau orang tua untuk memperhatikan jadwal yang sudah ditetapkan dan memastikan data yang disampaikan benar serta sesuai dengan dokumen resmi,” tegasnya.

Menjelang pelaksanaan SPMB, Disdik Kotim juga mendorong seluruh sekolah untuk memperkuat branding atau citra sekolah sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Menurut Yolanda, persaingan memperoleh peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kemampuan sekolah dalam memperkenalkan keunggulan yang dimiliki kepada masyarakat.

“Branding sekolah itu penting. Ketika orang tua ingin menyekolahkan anaknya, tentu yang pertama dilihat adalah bagaimana citra dan kepercayaan terhadap sekolah tersebut. Karena itu sekolah harus mampu memperkenalkan keunggulannya kepada masyarakat,” katanya.

Ia mengungkapkan masih terdapat beberapa sekolah yang mengalami kekurangan peminat saat penerimaan murid baru. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak selalu disebabkan keterbatasan sarana dan prasarana, melainkan kurang optimalnya promosi dan publikasi yang dilakukan sekolah.

Sekolah yang aktif menampilkan prestasi siswa, kegiatan positif, serta program unggulan dinilai memiliki peluang lebih besar mendapatkan kepercayaan masyarakat dan menarik minat calon peserta didik.

Meski demikian, Disdik Kotim menegaskan seluruh satuan pendidikan tetap mendapatkan perhatian yang sama, baik sekolah negeri maupun swasta.

“Harapan kami semua sekolah mendapatkan siswa dan semua anak tetap tertampung dalam layanan pendidikan. Jangan sampai ada diskriminasi atau perlakuan berbeda terhadap sekolah tertentu,” ujarnya.

Selain melakukan sosialisasi kepada masyarakat, Disdik juga akan terus mengawasi pelaksanaan SPMB agar berjalan sesuai aturan serta menjamin pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Kotawaringin Timur.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama