SATUHABAR.COM, KALTENG - PALANGKA RAYA – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang pergantian kepengurusan, tetapi juga memunculkan arah baru pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi industri, pemberdayaan UMKM, hingga perluasan investasi internasional.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, mengatakan KADIN memiliki mandat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional yang berkualitas sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987.
Menurutnya, Kalimantan Tengah telah mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen sepanjang 2025. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup apabila belum mampu menghadirkan lapangan kerja yang lebih luas serta menekan angka kemiskinan.
"Kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja," katanya.
KADIN Indonesia pun menetapkan sasaran jangka panjang selama 15 hingga 18 tahun mendatang, yakni meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Tengah hingga sekitar Rp10 juta per bulan sekaligus menurunkan angka kemiskinan menjadi di bawah tiga persen.
Untuk mencapai target tersebut, organisasi pengusaha itu mengusung empat fokus utama, yaitu memperkuat swasembada pangan, energi, dan air, memperluas kemitraan dengan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi, memastikan pembangunan yang inklusif, serta menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proses pembangunan.
Taufan menegaskan Kalimantan Tengah harus mulai bertransformasi dari daerah penghasil bahan mentah menjadi pusat industri berbasis hilirisasi. Potensi besar sektor kelapa sawit, kehutanan, pertambangan, hingga mineral dinilai perlu diolah menjadi produk bernilai tambah agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Dalam forum tersebut, KADIN juga memperkenalkan peta peluang investasi Kalimantan Tengah yang mencakup sektor agroindustri, industri pengolahan, hingga perdagangan karbon (carbon trading). Peluang tersebut akan dipromosikan kepada jaringan investor internasional, termasuk dari Tiongkok dan India.
Melalui strategi tersebut, KADIN berharap Kalimantan Tengah mampu menarik investasi baru, memperkuat daya saing ekonomi daerah, serta menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. (*)
(dho/satuhabar)
