Pemprov Kalsel Kembangkan Wisata Intan Martapura, Laboratorium Batu Mulia Diproyeksikan Dongkrak PAD

Kunjungan ke laboratorium Batu Mulia milik Pemprov Kalsel di Jalan Ahmad Yani, Martapura,Selasa (7/7/2026). Di lokasi tersebut, rombongan melihat secara langsung proses pengujian keaslian batu mulia dan berlian hingga penerbitan sertifikat. (Dok. MCKalsel)


SATUHABAR.COM, KALSEL - MARTAPURA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya mengoptimalkan potensi ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan Banua. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat ekosistem industri batu mulia dan intan melalui peningkatan layanan sertifikasi, pengembangan destinasi wisata, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal.

Komitmen tersebut terlihat saat rombongan Tenaga Ahli Gubernur (TAG) bersama sejumlah perangkat daerah melakukan peninjauan ke Laboratorium Batu Mulia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengujian dan Sertifikasi Barang Mutu (BPSMB) serta sentra penggosokan intan di Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (7/7/2026).

Kunjungan dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan, didampingi Kepala UPT BPSMB dan jajaran. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Fitriadi, unsur Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, serta TAG.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung proses pemeriksaan keaslian batu mulia dan berlian di Laboratorium Batu Mulia milik Pemprov Kalsel. Fasilitas tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi satu-satunya laboratorium batu mulia yang dikelola pemerintah daerah di Indonesia.

“Laboratorium ini menjadi kebanggaan Kalimantan Selatan. Selain memberikan jaminan kepastian terhadap keaslian batu mulia dan berlian, keberadaannya juga membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui layanan sertifikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dengan biaya yang sangat terjangkau,” ujar Ahmad Bagiawan.

Menurutnya, keberadaan tenaga gemolog profesional dan sistem pengujian yang memenuhi standar menjadi nilai tambah dalam memberikan kepastian kepada masyarakat maupun pelaku usaha terkait kualitas batu mulia yang dimiliki. Dengan biaya layanan yang relatif terjangkau, laboratorium tersebut dinilai mampu mendukung perkembangan perdagangan batu mulia di Kalimantan Selatan.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga berencana memperkuat fasilitas laboratorium melalui penambahan peralatan pendukung guna meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses sertifikasi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi daerah.

“Kami berharap melalui dukungan TAG dapat dilakukan penambahan peralatan laboratorium sehingga kapasitas pelayanan semakin meningkat. Ini merupakan investasi penting untuk mendukung pengembangan industri batu mulia sekaligus meningkatkan PAD daerah,” katanya.

Usai meninjau laboratorium, rombongan melanjutkan kunjungan ke sentra penggosokan intan di kawasan Martapura yang selama ini dikenal sebagai pusat industri intan dan batu mulia Kalimantan Selatan. Kawasan yang mendapat pembinaan dari Bank Indonesia tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif berbasis industri kreatif.

Ahmad Bagiawan menilai pengembangan kawasan tersebut dapat menjadi strategi untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. Wisatawan tidak hanya dapat membeli produk intan dan batu mulia, tetapi juga menyaksikan langsung proses pengolahan yang menjadi bagian dari warisan budaya Banua.

“Kami melihat peluang kolaborasi yang sangat baik dengan Bank Indonesia untuk mengembangkan kawasan ini sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pemberdayaan para pengrajin. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap industri intan dan batu mulia Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Melalui penguatan laboratorium sertifikasi dan pengembangan sentra intan Martapura, Pemprov Kalsel berharap sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan. Upaya ini juga sejalan dengan pengembangan potensi daerah yang terintegrasi dengan warisan Geopark Meratus serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi produk unggulan Banua. (*)


(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama