Kabut Asap Pekat, Sekda Kotim Ingatkan Sekolah Utamakan Kesehatan Siswa

Sekda Kotim Diana Setiawan menyampaikan imbauan kepada kepala sekolah agar mengutamakan kesehatan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta seluruh kepala sekolah memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum memutuskan kegiatan pembelajaran tatap muka di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Kota Sampit.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Diana Setiawan menegaskan, kesehatan peserta didik harus menjadi pertimbangan utama apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan dinilai mengganggu aktivitas pembelajaran di sekolah.

Menurut Diana, pemerintah daerah sebelumnya telah mengeluarkan edaran terkait pembelajaran dari rumah. Kebijakan tersebut kemudian memberikan ruang kepada sekolah untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi masing-masing wilayah.

“Kalau memang asapnya pekat sekali atau sudah mengganggu kesehatan anak didik kita, itu wajib untuk belajar dari rumah,” kata Diana, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan, perkembangan teknologi memungkinkan proses pembelajaran tetap berlangsung meski peserta didik tidak datang langsung ke sekolah.

Karena itu, ketika kondisi udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, sekolah dapat memanfaatkan sistem pembelajaran secara daring atau dari rumah.

Diana juga meminta kepala sekolah tidak hanya mempertimbangkan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, tetapi juga kondisi kesehatan siswa.

“Pesan untuk kepala sekolah, tolong perhatikan kesehatan para murid, para siswa yang ada. Utamakan kesehatan itu,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila kabut asap semakin pekat dan kondisi udara tidak memungkinkan siswa berada di lingkungan sekolah, pembelajaran dari rumah menjadi pilihan yang harus dilakukan.

“Jika asapnya semakin pekat atau tidak memungkinkan untuk belajar di sekolah, maka belajarlah dari rumah melalui online,” katanya.

Sebelumnya, Pemkab Kotim juga telah memberikan arahan kepada sekolah terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kabut asap. Diana menyebut pelaksanaan di lapangan tetap memerlukan pertimbangan kepala sekolah berdasarkan kondisi lingkungan masing-masing.

Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat menjaga proses pendidikan tetap berjalan sekaligus mengurangi risiko paparan asap terhadap kesehatan peserta didik.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama