| Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor memimpin rapat evaluasi lanjutan penanganan darurat karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kotim, Rabu (16/9/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengevaluasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Evaluasi lanjutan dilakukan untuk melihat perkembangan titik kebakaran sekaligus memperkuat langkah penanganan di lapangan.
Rapat lanjutan digelar Rabu (16/9/2026), dua hari setelah pembahasan sebelumnya yang berlangsung di kediaman resmi Bupati Kotim pada Senin (14/9/2026). Pertemuan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan serta perusahaan perkebunan.
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah memetakan perkembangan titik kebakaran di sejumlah kecamatan. Beberapa wilayah mengalami penambahan titik, sementara sejumlah lokasi lainnya masih membutuhkan penanganan dan pendinginan lanjutan.
Pemetaan juga dilakukan untuk melihat jarak titik kebakaran dengan sumber air serta perusahaan yang berada paling dekat. Hal ini menjadi dasar untuk menentukan dukungan yang dapat dikerahkan ke masing-masing lokasi.
Penanganan tidak hanya diarahkan pada titik kebakaran di kawasan perkebunan dan lahan terbuka, tetapi juga lokasi yang mulai berdekatan dengan permukiman. Kawasan Baamang dan Ketapang menjadi salah satu perhatian karena terdapat titik kebakaran yang berada di sekitar rumah warga.
Dalam rapat, pemerintah daerah juga membahas kebutuhan peralatan dan dukungan di lapangan, terutama armada pengangkut air, pompa, selang serta peralatan pendukung lainnya. Perusahaan perkebunan didorong ikut membantu berdasarkan kedekatan wilayah dengan titik kebakaran.
Pola penanganan juga dievaluasi agar personel tidak hanya memadamkan kobaran yang terlihat. Pada lahan gambut, api dapat tetap bertahan di bawah permukaan sehingga pemadaman perlu dilanjutkan dengan proses pendinginan dan pemantauan.
Untuk lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, dukungan water bombing menjadi salah satu opsi yang dibahas. Sementara titik yang masih dapat dijangkau melalui jalur darat akan ditangani dengan memperkuat koordinasi dan dukungan armada air.
Rapat juga menekankan pentingnya pembaruan pemetaan titik panas secara berkala. Informasi tersebut diperlukan untuk menentukan prioritas penanganan serta mempercepat pengerahan personel dan peralatan.
Evaluasi lanjutan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga agar penanganan karhutla tetap terkoordinasi, terutama selama kondisi kemarau dan kekeringan masih berlangsung di wilayah Kotim.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur