Akses Bandara Kotim Ditutup Permanen, Jalur Lingkar Utara Jadi Alternatif

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor meninjau akses jalan yang ditutup permanen di kawasan bandara, Kamis (22/10/2026). Arus lalu lintas kini dialihkan melalui Jalan Lingkar Utara sebagai jalur alternatif, sementara pemerintah daerah menyiapkan perbaikan infrastruktur pendukung.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur – Akses jalan yang melintasi kawasan bandara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi ditutup secara permanen pada Kamis (22/10/2026). Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pemasangan pagar bandara, sementara arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Lingkar Utara.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan penutupan tersebut telah melalui tahapan persiapan, mulai dari simulasi pengaturan arus lalu lintas hingga sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah juga telah menguji jalur alternatif untuk memastikan kendaraan tetap dapat melintas dengan lancar setelah akses lama ditutup.

“Penutupan ini sudah beberapa kali disimulasikan, bagaimana arus lalu lintas dan kepadatannya, termasuk kelancarannya. Sosialisasi juga sudah cukup lama dilakukan,” ujarnya saat meninjau lokasi, Kamis (22/10/2026).

Menurut Halikinnor, lahan yang menjadi bagian dari penataan kawasan bandara telah dibeli oleh pemerintah daerah dan dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan. Karena itu, pemasangan pagar dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan tersebut, yang mengharuskan akses jalan lama ditutup secara permanen.

Ia menyebut, berdasarkan laporan petugas Satuan Lalu Lintas yang bertugas di lokasi, hingga saat peninjauan belum ada keluhan maupun protes dari pengendara terkait pengalihan arus kendaraan.

Halikinnor berharap masyarakat dapat memahami perubahan akses tersebut karena dilakukan untuk kepentingan bersama. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif agar aktivitas dan mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Jalur Alternatif Disiapkan, Pengaspalan Direncanakan Tahun Ini

Selain memastikan pengalihan arus lalu lintas, Halikinnor turut meninjau kondisi Jalan Lingkar Utara yang kini menjadi jalur alternatif. Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan infrastruktur, terutama pada bagian jalan yang masih memerlukan perbaikan.

Ia menjelaskan, sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan telah ditangani menggunakan material agregat. Pemerintah daerah juga merencanakan pengaspalan pada bagian jalan tersebut dalam tahun ini.

“Yang kondisinya sedikit rusak itu sudah diagregat, tapi dalam tahun ini juga diaspal. Jadi, saya mau cek kondisinya,” katanya.

Menurutnya, kesiapan jalur alternatif menjadi perhatian penting setelah akses lama ditutup permanen. Infrastruktur yang memadai diperlukan agar pengalihan arus tidak menimbulkan kendala bagi pengguna jalan.

Sementara itu, terkait kemungkinan pengembangan akses pada masa mendatang, Halikinnor mengatakan pemerintah daerah masih akan melihat kebutuhan dan perencanaan kawasan. Ia menyebut peluang pengembangan jalan tetap terbuka, termasuk kemungkinan pengaturan akses kendaraan yang berbeda sesuai fungsi jalan.

Penataan Kawasan dan Dampak bagi Masyarakat

Penutupan jalan tersebut juga menjadi bagian dari perubahan penataan kawasan di sekitar bandara. Pemerintah daerah turut memperhatikan masyarakat yang selama ini memanfaatkan area sekitar akses lama untuk berjualan, khususnya pedagang nanas.

Halikinnor mengatakan para pedagang direncanakan diarahkan ke lokasi di Jalan Lingkar Utara, pada ruas yang mengarah ke Kandan. Pemerintah daerah berharap lokasi baru tersebut dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk melanjutkan aktivitas usaha.

Ia meminta rencana penyediaan tempat berjualan itu dipersiapkan untuk penganggaran 2027 dengan melibatkan perangkat daerah terkait. Selain itu, pemerintah berencana memberikan dukungan bibit dan pupuk melalui Dinas Pertanian untuk membantu pengembangan usaha nanas masyarakat.

Menurut Halikinnor, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan perubahan akses jalan, tetapi juga perlu memperhatikan peluang ekonomi masyarakat yang terdampak.

Dengan penutupan permanen akses lama dan pengalihan kendaraan ke Jalan Lingkar Utara, pemerintah daerah berharap penataan kawasan bandara dapat berjalan sesuai rencana. Kesiapan infrastruktur serta pengaturan akses ke depan akan menjadi bagian penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama