![]() |
| Hujan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). BMKG memprakirakan potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotim - Potensi hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, intensitas hujan diperkirakan mulai berkurang setelah potensi hujan cukup tinggi pada Kamis (29/10/2026).
Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo, mengatakan kondisi cuaca saat ini masih berada dalam masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Pada periode tersebut, perubahan cuaca dapat berlangsung cukup dinamis, mulai dari panas, hujan lebat hingga angin kencang.
“Kalau masa transisi biasanya ada angin kencang, hujan lebat, tetapi juga ada panas. Panas itu akan berakumulasi, kemudian beberapa saat berikutnya berpotensi terjadi hujan yang amat lebat atau angin kencang,” ujarnya, Kamis (29/10/2026).
Ia menjelaskan, hujan yang terjadi belakangan ini merupakan perpaduan antara proses alami dan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dalam pelaksanaannya, penyemaian dilakukan pada wilayah yang terpantau memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Menurutnya, penyemaian tersebut bertujuan mempercepat proses pembentukan awan hujan sehingga potensi hujan dapat dimaksimalkan pada wilayah sasaran.
Operasi modifikasi cuaca yang berdampak terhadap wilayah Kotim sebelumnya diberangkatkan dari Banjarmasin. Penyemaian dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Kotim, Seruyan dan Katingan. Untuk Kotim, kegiatan tersebut menyasar Sampit dan sekitarnya.
Terkait prakiraan awal musim hujan, Mulyono menyebut wilayah Sampit dan sekitarnya diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dasarian pertama atau sekitar 1-10 November 2026. Sementara wilayah selatan diprakirakan memasuki musim hujan pada November dasarian ketiga atau sekitar 21-30 November 2026.
Adapun untuk wilayah tengah, terdapat indikasi kemunduran awal musim hujan. Namun, BMKG belum mengeluarkan pembaruan resmi terkait prakiraan tersebut.
Di tengah kondisi cuaca yang masih berubah-ubah, masyarakat diminta tetap memperhatikan informasi prakiraan cuaca. Terutama untuk mengantisipasi hujan yang dapat disertai angin kencang secara tiba-tiba.
Mulyono mengingatkan masyarakat agar menjauhi pohon, baliho, maupun bangunan tinggi ketika terjadi angin kencang karena berisiko roboh dan membahayakan keselamatan.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kesehatan selama masa peralihan musim karena perubahan kondisi cuaca dapat memengaruhi kesehatan.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
