![]() |
| Pj Sekda Kotim, Diana Setiawan, menyayangkan batalnya agenda peninjauan Menteri Kehutanan ke lokasi karhutla di Kotawaringin Timur, Rabu (14/10/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyayangkan batalnya agenda Menteri Kehutanan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut pada Rabu (14/10/2026). Kunjungan itu sebelumnya diharapkan menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus membahas upaya penanganan karhutla bersama pemerintah pusat.
Pj Sekretaris Daerah Kotim, Diana Setiawan, mengatakan pemerintah daerah sejak awal menyambut baik rencana kunjungan tersebut. Sesuai rundown dari Kementerian Kehutanan, agenda kunjungan mencakup kegiatan makan bersama pada Selasa (13/10/2026) malam, dilanjutkan peninjauan lokasi karhutla dan diskusi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada keesokan harinya.
Pemkab Kotim pun telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung agenda tersebut, mulai dari pengamanan, pengawalan, hingga penentuan lokasi yang akan ditinjau.
Namun, pada Selasa sore, pemerintah daerah menerima informasi mengenai perubahan rencana makan bersama. Diana mengatakan, pihaknya sempat berupaya berkomunikasi dengan protokoler kementerian untuk mengetahui perkembangan agenda tersebut, tetapi belum berhasil.
Pemerintah daerah juga menawarkan untuk menyambut Menteri Kehutanan di Hotel Aquarius. Namun, melalui protokoler, pihaknya mendapat informasi bahwa menteri ingin beristirahat dan pertemuan akan dilakukan langsung di lokasi peninjauan pada Rabu pagi.
Pemkab Kotim kemudian bersiap untuk mengikuti agenda peninjauan bersama Forkopimda. Akan tetapi, pada Selasa malam sekitar pukul 21.00 WIB, Diana menerima informasi bahwa peninjauan lokasi karhutla dibatalkan dan Menteri Kehutanan langsung melanjutkan perjalanan ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Kami sangat menyesal sebenarnya,” ujar Diana, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah berharap kunjungan tersebut dapat menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi bersama dalam menangani karhutla. Melalui pertemuan itu, Pemkab Kotim juga ingin menyampaikan kebutuhan di lapangan agar dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam memberikan dukungan.
Diana menjelaskan, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kotim masih menghadapi kendala, terutama akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau. Petugas harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mencapai titik api, sementara kebutuhan di lapangan juga menjadi tantangan.
Ia mencontohkan, Wakil Bupati Kotim bersama tim harus berjalan kaki hingga beberapa kilometer untuk mencapai lokasi kebakaran. Dalam kondisi tertentu, petugas juga menghadapi keterbatasan air minum saat melakukan pemadaman.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama Forkopimda terus berupaya menangani karhutla dengan sumber daya yang tersedia. Diana berharap peninjauan langsung oleh Menteri Kehutanan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kesulitan yang dihadapi sekaligus membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat.
“Harapan kita, Bapak Menteri bisa melihat itu, ada perhatiannya ke situ,” katanya.
Diana menegaskan, pemerintah daerah menyayangkan tidak terlaksananya agenda peninjauan tersebut karena kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan kondisi karhutla secara langsung menjadi tidak terwujud. Meski demikian, ia berharap komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat tetap dapat dilakukan demi mendukung penanganan karhutla di Kotim.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
