Bunda PAUD Kotim Tekankan Pentingnya Pemerataan Layanan PAUD HI

Bunda PAUD Kabupaten Kotawaringin Timur, Khairiyah Halikinnor, menyampaikan sambutan sekaligus menyoroti masih terbatasnya partisipasi kecamatan dalam Apresiasi PAUD HI Percontohan tingkat Kabupaten Kotim 2026.

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Bunda PAUD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Khairiyah Halikinnor, menyoroti menurunnya partisipasi satuan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) percontohan dalam ajang apresiasi tingkat kabupaten tahun 2026. Dari seluruh kecamatan di Kotim, hanya tiga kecamatan yang mengirimkan perwakilan, yakni Antang Kalang, Parenggean, dan Baamang.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Kecamatan, Kelurahan/Desa dan PAUD HI Percontohan tingkat Kabupaten Kotim di Aula Balai Pelatihan Guru Kotim, Jumat (6/11/2026). Menurutnya, penurunan jumlah peserta tahun ini perlu menjadi perhatian dan evaluasi bersama agar keterlibatan seluruh kecamatan dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD dapat kembali ditingkatkan.

Khairiyah menegaskan, setiap tahun Bunda PAUD kecamatan wajib mengirimkan perwakilan dalam ajang apresiasi tingkat kabupaten, minimal satu satuan PAUD dan satu Bunda PAUD kelurahan/desa dari wilayah masing-masing. Keikutsertaan tersebut bukan sekadar memenuhi persyaratan lomba, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menggerakkan, membina, dan mendampingi layanan PAUD.

“Apabila terdapat kecamatan yang tidak mengirimkan perwakilan, hal tersebut menjadi indikasi bahwa pelaksanaan peran dan tugas Bunda PAUD di wilayah tersebut belum berjalan secara optimal dan perlu mendapat perhatian serta penguatan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran Bunda PAUD tidak cukup hanya sebatas menghadiri kegiatan seremonial. Bunda PAUD harus hadir melalui aksi nyata, mulai dari pendampingan, koordinasi, hingga menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Khairiyah menargetkan setiap kecamatan di Kotim memiliki setidaknya satu PAUD HI percontohan yang benar-benar menjalankan layanan holistik integratif secara terpadu.

Menurutnya, PAUD HI tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama antara satuan PAUD, tenaga kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, orang tua, serta berbagai mitra terkait agar pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Khairiyah berharap PAUD HI percontohan dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus tempat belajar bagi satuan PAUD lainnya. Praktik baik yang telah dikembangkan diharapkan bisa ditularkan ke seluruh wilayah Kotim, bahkan dipersiapkan untuk dibawa ke ajang apresiasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah hingga nasional melalui pembinaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kotim, Diana Setiawan, yang mewakili Bupati Kotim. Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, pendidikan anak usia dini disebut sebagai fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas. PAUD tidak hanya menjadi tempat anak belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga harus menjadi lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan untuk mengembangkan seluruh potensi anak.

Pemerintah daerah juga mendorong penerapan PAUD HI melalui sinergi antara Bunda PAUD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, tenaga pendidik, kader posyandu, puskesmas, serta masyarakat. Pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, gizi yang baik, dan perlindungan dinilai sebagai tanggung jawab bersama, bukan hanya lembaga pendidikan.

Berdasarkan laporan Ketua Panitia, Yolanda Lonita Fenisia, kegiatan tersebut diikuti 17 Bunda PAUD kecamatan, 17 Bunda PAUD kelurahan/desa, serta enam satuan PAUD HI percontohan. Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada 4 dan 6 November 2026. Peserta yang meraih juara mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan, sedangkan juara pertama setiap kategori akan mewakili Kotim dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Khairiyah berharap partisipasi Bunda PAUD dan satuan pendidikan semakin meningkat. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan apresiasi tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan merata hingga ke seluruh wilayah Kotim demi mempersiapkan generasi masa depan.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama