BNNK–Polres–DPRD Kotim Rangkul Mahasiswa, Perkuat Garda Pencegahan Narkoba

BNNK Kotim bersama Polres Kotim dan DPRD Kotim menggelar sosialisasi serta penyuluhan bahaya narkotika kepada mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sampit, Rabu (26/11/25). (Dok. IST)


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringim Timur - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Kotawaringin Timur terus diperluas. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim bersinergi dengan Polres Kotim dan DPRD Kotim menggelar sosialisasi serta penyuluhan bahaya narkoba yang menyasar mahasiswa dari lima perguruan tinggi di Kota Sampit, Rabu (26/11/2025). Kegiatan berlangsung di Gedung DPRD Kotim dan mendapat respons positif dari kalangan kampus.

Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program edukasi sebelumnya yang telah menyentuh kalangan aparatur. Kali ini, mahasiswa menjadi fokus karena dinilai memiliki peran strategis dalam gerakan pencegahan narkoba.

Menurut Fadli, kehadiran mahasiswa sangat tinggi dan menunjukkan antusiasme besar, termasuk dari para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Hal tersebut menjadi sinyal positif bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap isu narkotika yang kian kompleks.

Ia menegaskan, mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai objek sosialisasi, melainkan sebagai mitra aktif. Dengan bekal pengetahuan, kedisiplinan, dan posisi sosial yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak kampanye hidup sehat tanpa narkoba di lingkungan masing-masing.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami mengajak mereka untuk satu barisan melawan narkotika dan menjadi duta pencegahan, baik di kampus maupun di masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, BNNK Kotim berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga komunitas warga, tokoh agama, serta tokoh adat akan dilibatkan agar upaya pencegahan berjalan lebih menyentuh akar persoalan di tengah masyarakat.

Dukungan penuh terhadap kegiatan ini disampaikan Polres Kotim melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Suherman. Ia menilai langkah pencegahan merupakan kunci utama dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba, sebelum penindakan hukum harus ditempuh.

“Pencegahan adalah fondasi paling penting. Ketika kesadaran sudah tumbuh, masyarakat bisa mulai dari lingkungan terdekat, minimal keluarga dan tempat tinggal,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menyebut kegiatan ini sebagai bukti nyata kuatnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi persoalan narkotika di daerah. Menurutnya, kolaborasi seperti ini perlu dijaga dan diperluas agar hasilnya lebih berdampak.

Ia memastikan program sosialisasi tidak akan berhenti di satu titik. DPRD bersama BNNK dan Polres Kotim berencana turun langsung ke kampus-kampus, sekolah menengah atas, hingga SMK di seluruh wilayah Kotim.

“Kami berkomitmen menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk pelosok. Partisipasi tokoh masyarakat dan warga sangat kami harapkan, terutama dalam memberikan informasi jika mengetahui adanya penyalahgunaan atau peredaran narkoba. Penindakan tegas tetap akan dilakukan,” tegasnya.y

Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratifuu ini, diharapkan terbentuk jejaring pencegahan yang lebih kuat, dengan mahasiswa sebagai garda depan dalam menjaga lingkungan pendidikan dan masyarakat agar terbebas dari ancaman narkotika. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama