Tegangan Listrik Naik-Turun, Warga Resah: Peralatan Elektronik dan Internet PLN Ikut Terdampak

Foto Ilustrasi (by. AI) 


SATUHABAR.COM, KALTENG - Sampit - Keluhan soal ketidakstabilan pasokan listrik kembali mencuat di wilayah perkotaan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Meski berada tidak jauh dari pusat kota, warga Baamang Hulu dan Baamang Tengah masih sering merasakan voltase listrik yang naik-turun hingga mengganggu aktivitas harian.

Permasalahan ini sebelumnya mencuat dalam pertemuan antara Komisi I DPRD Kotim dan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pangkalan Bun. Masyarakat mempertanyakan langkah konkret PLN untuk memastikan kualitas pasokan listrik lebih stabil pada 2026 mendatang.

Anggota DPRD Kotim Dapil II, Ariyandi, menyampaikan bahwa banyak rumah warga sebenarnya sudah tersambung listrik PLN. Namun, kestabilan arus masih jauh dari harapan.

“Gangguan bukan soal padam saja, tetapi voltase sering rendah. Ini merugikan masyarakat karena perangkat elektronik cepat rusak,” ujarnya.

PLN: Pemeliharaan dan Pembangunan Jaringan Baru Disiapkan

Menanggapi keluhan tersebut, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Pangkalan Bun, Aris Aprianto, menegaskan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah program penguatan jaringan.

“Tahun 2026 kami bangun hampir 90 kilometer jaringan listrik baru, termasuk di Sampit. Selain itu ada 18 kilometer jaringan tegangan rendah untuk pemukiman,” terang Aris.

Ia memastikan program peningkatan keandalan listrik tetap berjalan, baik melalui pemeliharaan rutin maupun pembangunan infrastruktur baru.

Warga Keluhankan: ‘Voltase Turun, Internet PLN Ikut Tersendat’

Tak hanya dari wilayah Baamang, keluhan juga datang dari kawasan permukiman lain di Kota Sampit.

Rahmah, warga Jalan Al Hidayah, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengaku setiap hari harus menghadapi listrik yang tidak stabil.

“Lampu sering meredup, kadang tiba-tiba kuat, sering kedap-kedip. Peralatan di rumah jadi was-was dipakai, rawan rusak,” keluhnya.

Ia juga menyoroti layanan internet PLN (Iconnet) yang ikut terdampak ketika tegangan listrik turun.

“Internetnya dari PLN itu juga ikut lemot. Padahal tagihan kami selalu bayar tepat waktu. Yang rugi kan kami selaku pelanggan. Mau pindah penyedia, dikenakan denda,” keluhnya.

Rahmah berharap PLN tidak hanya fokus menambah jaringan baru, tetapi juga memastikan kualitas pasokan di daerah yang sudah terlayani.

Kotim Wilayah Dengan Beban Kebutuhan Besar

PLN menyatakan Kotawaringin Timur merupakan salah satu daerah dengan kebutuhan listrik terbesar di bawah wilayah kerja UP3 Pangkalan Bun, sehingga prioritas pembangunan jaringan akan tetap diarahkan ke kawasan ini.

Namun, warga berharap langkah peningkatan tidak hanya di atas kertas.

“Yang penting bukan rencana, tapi realisasi. Kami butuh listrik yang stabil setiap hari,” kata Rahmah menegaskan. (*)

(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama