![]() |
| Sumardi (44), warga Dusun Tundung, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, NTB, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 11.30 WITA. (Dok. Sekilashabar) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Upaya pencarian korban kecelakaan laut man overboard (MOB) dari kapal KM Dharma Rucitra I di perairan Kalimantan Selatan resmi berakhir. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (28/12/2025) siang.
Korban diketahui bernama Sumardi (44), warga Dusun Tundung, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Jenazah ditemukan di sekitar Pantai Batakan Lama, sekitar 32 mil laut dari titik awal kejadian di Muara Sungai Barito.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Banjarmasin I Putu Sudayana menjelaskan, korban ditemukan sekitar pukul 11.30 WITA setelah dilakukan penyisiran intensif oleh unsur SAR laut. “Korban kemudian dievakuasi menggunakan KN SAR Laksmana 241 menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” ujarnya.
Setibanya di pelabuhan, jenazah diserahkan kepada pihak agen kapal dan RSUD Ulin Banjarmasin untuk penanganan medis serta prosedur lanjutan sesuai ketentuan.
Operasi SAR melibatkan lintas instansi, antara lain Kantor SAR Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolair, KSOP Banjarmasin, serta perwakilan perusahaan agen kapal. Berbagai sarana pendukung dikerahkan, mulai dari kapal SAR, RIB, peralatan komunikasi, hingga perlengkapan water rescue.
Selama proses pencarian, tim menghadapi kendala angin cukup kencang meski kondisi cuaca relatif cerah berawan. “Tantangan di lapangan tetap ada, namun koordinasi berjalan baik sehingga pencarian bisa dilakukan maksimal,” kata Sudayana.
Usai ditemukannya korban, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada malam hari dan sepakat mengakhiri operasi. Seluruh personel dan peralatan kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kakansar Banjarmasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat serta masyarakat yang turut membantu. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya keselamatan bagi pengguna jasa transportasi laut. “Kepatuhan terhadap prosedur keselamatan saat berlayar sangat penting untuk mencegah kejadian serupa,” pungkasnya. (*)
(yus/satuhabar)
