Banjir Rob Kepung Pekapuran Banjarmasin, Aktivitas Warga dan Usaha Kecil Terganggu

 

Warung di Pekapuran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  yang terdampak Banjir Rob. (Dok.rri.co.id/Roby)

SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Banjir rob kembali menggenangi kawasan Pekapuran, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Genangan air yang terjadi sejak Sabtu (3/1/2026) tidak hanya merendam ruas jalan, tetapi juga mulai masuk ke area permukiman dan bangunan usaha milik warga.

Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh Mama Kembar, salah satu warga Pekapuran yang mengelola warung di tepi jalan. Ia mengaku baru kali ini air pasang laut masuk hingga ke dalam bangunan selama tiga tahun terakhir menetap di kawasan tersebut.

“Biasanya cuma di jalan saja, tapi tahun ini airnya sampai masuk. Jelas sangat mengganggu, pembeli jadi jauh berkurang,” ungkapnya.

Genangan air yang cukup tinggi membuat banyak pengendara enggan melintasi jalur tersebut. Tidak sedikit kendaraan, khususnya roda dua dan mobil bak terbuka, mengalami mogok akibat mesin terendam air.

“Banyak kendaraan mati di tengah jalan. Motor apalagi, banyak yang tidak berani lewat. Akhirnya orang mutar cari jalan lain yang aman, otomatis warung jadi sepi,” tuturnya.

Meski air baru menggenangi bagian depan bangunan, Mama Kembar mengaku tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia khawatir jika ketinggian air kembali bertambah dan mengancam peralatan listrik di dalam warung.

“Di dalam rumah masih aman karena lantainya lebih tinggi, tapi tetap waspada. Kalau air naik lagi, kulkas dan listrik pasti terancam,” katanya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Ancah. Ia mengatakan banjir rob dengan ketinggian cukup signifikan sudah berlangsung sekitar tiga hari terakhir. Menurutnya, waktu pasang air laut kini terjadi lebih cepat dibandingkan biasanya.

“Biasanya pasang tengah malam, sekitar jam 12 atau jam 1. Tapi tiga hari ini pasangnya datang lebih awal dan airnya lebih tinggi,” ujar Ancah.

Ancah juga menyebut masih ada pengendara yang nekat melintas meski genangan cukup dalam. Beberapa di antaranya bahkan harus mendapat bantuan warga sekitar karena kendaraannya mati di tengah jalan.

“Kalau motornya tinggi masih bisa lewat. Tapi yang ragu-ragu mending putar balik. Jalan di sini juga agak cekung, jadi di titik ini airnya paling dalam,” jelasnya.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk penanganan banjir rob yang kian sering terjadi. Pasalnya, selain mengganggu mobilitas, kondisi ini juga berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat. (*)

(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama