![]() |
| Banjir rob yang melanda Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, (Dok. kanalkalimantan.com) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Banjir rob yang melanda Kota Banjarmasin memaksa sejumlah warga di Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, mengungsi dari rumah mereka. Genangan air akibat pasang laut tinggi terjadi sejak Sabtu malam (3/1/2026) dan masih dirasakan hingga Minggu (4/1/2026).
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menyebutkan, kawasan RT 08 RW 01 Sungai Lulut menjadi salah satu titik terdampak cukup serius. Ketinggian air di lingkungan permukiman warga dilaporkan mencapai sekitar setengah lutut orang dewasa, sehingga aktivitas masyarakat terganggu.
“Air mulai naik sejak malam hari dan membuat sebagian warga terpaksa meninggalkan rumahnya. Beberapa di antaranya mengungsi ke musala yang berada tidak jauh dari permukiman,” ujar Yamin.
Menurutnya, meski banjir rob tersebut tidak masuk kategori bencana besar, dampaknya cukup dirasakan warga, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai. Warga yang mengungsi diperkirakan akan bertahan sementara di lokasi pengungsian hingga air pasang kembali surut.
Kondisi geografis Sungai Lulut turut memperparah situasi. Wilayah ini dilalui sedikitnya lima aliran sungai yang saling terhubung dengan Sungai Martapura dan bermuara ke Sungai Barito. Selain itu, kawasan tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar, sehingga penanganannya memerlukan kerja sama lintas daerah.
“Penanganan banjir rob di Sungai Lulut tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemkot Banjarmasin. Dibutuhkan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banjar agar aliran sungai dapat ditangani secara menyeluruh,” katanya.
Yamin menambahkan, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Balai Wilayah Sungai, untuk melihat langsung kondisi warga yang terdampak dan menyiapkan langkah penanganan jangka panjang.
Ia juga menilai normalisasi dan revitalisasi sungai menjadi kebutuhan mendesak, namun pelaksanaannya harus direncanakan dengan matang dan idealnya dilakukan pada musim kemarau agar hasilnya lebih optimal.
Selain itu, Wali Kota mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tidak memperluas bangunan ke arah aliran air. Menurutnya, penyempitan sungai akibat bangunan dapat memperparah dampak banjir rob dan merugikan masyarakat secara luas.
“Pemerintah berupaya maksimal, tetapi tanpa dukungan masyarakat, penanganan banjir tidak akan berjalan efektif,” tegasnya.
Pemkot Banjarmasin memastikan pemantauan terus dilakukan selama periode pasang laut tinggi untuk memastikan keselamatan warga serta meminimalkan dampak lanjutan dari banjir rob. (*)
(yus/satuhabar)
