![]() |
| Motor warga mogok akibat menerjang banjir rob setinggi 30-40 cm di kawasan Sungai Andai Sabtu malam. (Dok. RRI). |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Fenomena banjir pesisir atau rob diperkirakan mencapai titik tertinggi di Kota Banjarmasin pada Minggu malam (4/1/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mencatat ketinggian muka air laut berpotensi menembus 3,1 meter di atas permukaan laut.
Kenaikan debit air laut diprediksi mulai terjadi sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WITA dan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada rentang waktu 21.00 WITA. Kondisi ini berpotensi menggenangi sejumlah kawasan pesisir dan bantaran sungai di wilayah perkotaan.
BPBD menyebutkan, banjir rob tidak hanya terjadi di Banjarmasin, tetapi juga berpeluang meluas ke wilayah pesisir Kalimantan Selatan hingga 9 Januari 2026. Fenomena ini dipicu oleh fase bulan purnama yang terjadi pada awal Januari, yang secara alami meningkatkan pasang maksimum air laut.
Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis data pasang surut serta tinggi muka air laut, potensi banjir rob juga mengancam kawasan perairan Muara Sungai Barito. Pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada periode 2 hingga 9 Januari 2026, khususnya pada pukul 18.00 hingga 01.00 WITA, dengan ketinggian mencapai sekitar 2,8 meter.
Sejumlah daerah yang masuk dalam zona rawan terdampak antara lain Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Banjar, serta Kabupaten Tanah Laut. Dampak banjir rob ini diperkirakan mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, termasuk mobilitas warga, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, hingga aktivitas ekonomi dan perikanan darat.
BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir dan sekitar aliran Sungai Barito agar meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang-barang berharga, serta membatasi aktivitas di kawasan rawan genangan saat pasang laut mencapai puncaknya. (*)
(yus/satuhabar)
