![]() |
| Ilustrasi |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Wilayah pesisir Kalimantan Selatan kembali menghadapi potensi banjir pesisir (rob) dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya pasang air laut dengan ketinggian signifikan.
Ancaman tersebut diperkirakan melanda sejumlah daerah pesisir, antara lain Kota Banjarmasin, Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. Kepala Stamet Syamsudin Noor, Ota Welly Jenni Thalo, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh kondisi astronomis yang memengaruhi naiknya permukaan air laut.
“Pada akhir Januari hingga awal Februari 2026 terjadi fase perigee, yakni posisi bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi, yang diperkuat dengan fase bulan purnama. Kombinasi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut,” ujarnya.
BMKG memprakirakan wilayah pesisir Sungai Barito, termasuk Kota Banjarmasin dan sekitarnya, berpotensi mengalami pasang maksimum pada 30 Januari hingga 4 Februari 2026. Pasang air laut diprediksi terjadi pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 hingga 21.00 Wita, dengan ketinggian air mencapai sekitar 2,6 meter.
Sementara itu, daerah pesisir Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut diperkirakan mengalami pasang maksimum dengan ketinggian hingga 2,8 meter. Periode potensi pasang di wilayah tersebut diprakirakan berlangsung pada 31 Januari sampai 6 Februari 2026, terutama pada malam hari.
Menurut Ota, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat pesisir, termasuk kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas pemukiman di kawasan rendah, serta kegiatan perikanan darat dan transportasi laut.
BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi guna mengurangi dampak banjir rob yang mungkin terjadi selama periode pasang maksimum air laut.(*)
(faidh/satuhabar)
Tags
Kalimantan Selatan
