![]() |
| Pelepasan ikan ke dalam ember Budikdamber sebagai tanda dimulainya program ketahanan pangan keluarga pada Festival Mangaruhi di Kabupaten Kotawaringin Timur, 2026. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Festival Mangaruhi yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur tahun 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya lokal, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat.
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menyampaikan bahwa Festival Mangaruhi merupakan warisan budaya masyarakat pesisir dan perairan darat yang sarat dengan nilai kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Tradisi Mangaruhi mengajarkan kita bagaimana bersahabat dengan alam, menjaga kebersamaan, dan melestarikan sumber daya perairan agar tetap berkelanjutan,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga harus menjaga budaya, identitas, dan jati diri daerah. Menurutnya, Festival Mangaruhi menjadi simbol persatuan sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi media interaksi dan silaturahmi lintas sektor, sejalan dengan tema HUT Kotim tahun ini, “Sinergi dan Kolaborasi untuk Kotawaringin Harati”.
Festival Mangaruhi diharapkan mampu terus dilestarikan sebagai agenda tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.(*)
(sal/satuhabar)
