![]() |
| Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Kotim, Ady Candra |
SATUHABAR.COM, KALTENG – Sampit – Penyesuaian belanja daerah pada tahun anggaran 2026 turut berdampak pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotawaringin Timur. Instansi tersebut mengalami pengurangan anggaran sekitar Rp700 juta.
Meski mengalami pemangkasan, Diskominfo Kotim menegaskan tidak ada penghentian program strategis, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan informasi dan komunikasi publik kepada masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Kotim, Ady Candra, menyatakan bahwa efisiensi anggaran justru menjadi momentum untuk memperkuat efektivitas program yang telah dirancang.
“Anggaran memang mengalami pengurangan, namun kegiatan utama tetap kami laksanakan dengan menyesuaikan skala dan prioritas,” ujarnya.
Sejumlah agenda pengembangan telah dipersiapkan, terutama pada sektor teknologi informasi dan komunikasi publik. Salah satunya adalah penyediaan sarana siaran digital berupa studio podcast dan fasilitas siaran langsung.
Fasilitas tersebut direncanakan menjadi ruang komunikasi terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat melalui program dialog bertajuk “Ngopi Kotim”, yang akan disiarkan secara langsung dari kantor Diskominfo.
Selain program dialog, Diskominfo Kotim juga akan mengaktifkan siaran langsung di kanal media sosial resmi untuk menjaring informasi, aduan, serta masukan dari masyarakat.
Kegiatan ini dikelola oleh tim Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) dan dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan durasi sekitar dua jam setiap pelaksanaan.
“Interaksi langsung ini menjadi sarana kami untuk mendengar aspirasi masyarakat secara real time,” jelasnya.
Seluruh data dan informasi yang terkumpul akan diolah dan disampaikan kepada Bupati Kotawaringin Timur melalui Sekretaris Daerah, sebelum diteruskan kepada perangkat daerah yang berwenang.
Di sisi lain, pengelolaan dan pembaruan website resmi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tetap menjadi fokus Diskominfo. Penguatan jaringan internet, khususnya di wilayah pelosok, juga terus diupayakan.
Diskominfo Kotim menargetkan ketersediaan akses internet di fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas dan puskesmas pembantu, guna mendukung sistem pelaporan harian.
“Konektivitas internet di fasilitas layanan dasar menjadi kebutuhan penting, sehingga tetap kami prioritaskan,” pungkas Ady.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
