Inpres Jalan Daerah Dongkrak Akses Pertanian Desa Tinduk Kotim

Salah satu ruas jalan di Kotawaringin Timur yang mendapatkan peningkatan melalui Program Inpres Jalan Daerah.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Infrastruktur jalan di Desa Tinduk, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini mengalami perubahan signifikan. Ruas Jalan Pelita yang sebelumnya rusak dan sulit dilalui, telah bertransformasi menjadi jalan beraspal yang memudahkan mobilitas warga, khususnya para petani dan pekebun.

Peningkatan jalan tersebut merupakan bagian dari Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kehadiran program ini dinilai memberi dampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Penjabat Kepala Desa Tinduk, Zikrillah, mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini bergantung pada akses darat untuk menuju kebun maupun ke pusat kota Sampit.

“Dengan kondisi jalan yang sekarang, aktivitas masyarakat jauh lebih lancar. Warga tidak lagi kesulitan membawa hasil panen, dan akses ke kota juga semakin mudah,” ujar Zikrillah.

Ia menjelaskan, Desa Tinduk memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup besar. Mulai dari sawah padi, kebun sawit rakyat, kebun buah-buahan, hingga rotan. Kondisi jalan yang baik menjadi faktor penting untuk menunjang produktivitas dan pemasaran hasil tani.

Sebelum ditingkatkan melalui program IJD, Jalan Pelita kerap mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan. Meski sempat dilakukan pemeliharaan oleh pemerintah daerah dan penimbunan secara swadaya oleh masyarakat serta melalui dana desa, kondisi jalan tidak bertahan lama.

“Kini jalannya sudah diaspal hingga mendekati Jalan Tjilik Riwut. Tinggal sekitar dua kilometer menuju permukiman yang kami harapkan bisa dituntaskan ke depan,” tambahnya.

Jalan Pelita juga terhubung dengan Jalan Tengku Gembo di Kecamatan Kota Besi, yang turut mendapatkan program serupa. Konektivitas antarwilayah ini dinilai semakin memperkuat akses masyarakat dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi lintas kecamatan.

Seiring membaiknya kondisi jalan, kawasan tersebut kini juga dimanfaatkan warga sebagai ruang aktivitas sore hari. Namun pemerintah desa tetap mengingatkan agar keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Patroli rutin dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban,” jelas Zikrillah.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyampaikan bahwa dua ruas jalan di Kotim berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Inpres Jalan Daerah dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Kedua ruas tersebut yakni Jalan Tengku Gembo di Kota Besi dan Jalan Pelita di Desa Tinduk. Menurut Mentana, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Bupati Kotim Halikinnor serta kerja intensif tim teknis daerah dalam menyampaikan data dan usulan ke pemerintah pusat.

Pelaksanaan proyek dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah. Jalan Tengku Gembo dikerjakan dengan nilai kontrak sekitar Rp14,32 miliar sepanjang 3,127 kilometer, sedangkan peningkatan Jalan Pelita Desa Tinduk memiliki pagu sekitar Rp15,08 miliar untuk panjang 3,22 kilometer.

“Dua ruas jalan ini sebelumnya dalam kondisi rusak berat dan sudah lama tidak mendapat perbaikan menyeluruh. Melalui program IJD, akses jalan strategis ini kembali layak dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama