![]() |
| Petugas dapur umum menyiapkan makanan siap saji untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut. Jumat (16/1/2026) |
SATUHABAR.COM, KALSEL – Pelaihari – Penanganan darurat banjir di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan, memasuki fase pemulihan. Seiring berangsur surutnya genangan air di sejumlah wilayah terdampak, layanan dapur umum yang menyediakan nasi bungkus bagi warga resmi dihentikan.
Penghentian layanan tersebut dilakukan setelah status Siaga Darurat Bencana banjir di Tala dinyatakan berakhir dan tidak diperpanjang. Dapur umum yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) Tala tercatat telah beroperasi selama sekitar dua pekan sejak awal Januari 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tala, Aspi Setia Rahman, mengatakan status siaga darurat ditetapkan sejak 2 Januari hingga 15 Januari 2026. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh pihak terkait, kondisi lapangan dinilai sudah jauh membaik.
“Air terus surut dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Karena itu, status siaga darurat tidak diperpanjang,” kata Aspi, Jumat (16/1/2026).
Berakhirnya status tersebut berdampak pada dihentikannya sejumlah layanan tanggap darurat, termasuk pendistribusian nasi bungkus bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, dan Bati-Bati.
Subkoordinator Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinsos Tala, Wahyu Juari Sulistiono, menjelaskan penyaluran nasi bungkus terakhir dilakukan pada Kamis (15/1/2026). Distribusi difokuskan pada wilayah yang sebelumnya mengalami dampak banjir paling parah.
“Distribusi terakhir dilakukan di Desa Handil Negara dan Desa Kali Besar, Kecamatan Kurau, dengan total 2.000 nasi bungkus,” ujarnya.
Selama masa tanggap darurat, Dinsos Tala mencatat sebanyak 77.365 nasi bungkus telah disalurkan kepada warga di berbagai kecamatan terdampak. Pendistribusian terbanyak terjadi saat banjir mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari 2026.
“Pada 8 Januari sebanyak 8.313 bungkus dan 9 Januari sebanyak 8.366 bungkus nasi dibagikan kepada warga,” jelas Wahyu.
Penerima bantuan tersebar di Kecamatan Kurau, Bumi Makmur, Bati-Bati, Tambang Ulang, serta Kecamatan Pelaihari pada fase awal kejadian banjir.
Banjir di wilayah Tala sendiri dilaporkan mulai meluas sekitar satu bulan lalu. Meski hingga pertengahan Januari masih ditemukan genangan di beberapa titik, debit air terus menunjukkan penurunan.
Sebelumnya, Kepala Dinsos Tala Eko Trianto menegaskan bahwa penyediaan nasi bungkus bersifat situasional dan menyesuaikan kondisi di lapangan. Menurutnya, dapur umum dibuka saat banjir berdampak besar terhadap kehidupan warga, terutama ketika banyak rumah terendam.
“Ketika kondisi mulai membaik dan warga sudah bisa beraktivitas kembali, layanan dapur umum dihentikan,” pungkasnya. (*)
(faidh/satuhabar)
Tags
Kalsel
