Sampit Expo 2026 Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor pada pembukaan Sampit Expo 2026 di Sampit, yang menjadi ajang promosi UMKM, layanan publik, dan ekonomi kreatif. Rabu (9/1/26).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur Sampit Expo 2026 tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi ekonomi dan sosial daerah.

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.

“Melalui Sampit Expo 2026, kita ingin mendorong Kotawaringin Timur menjadi daerah yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi seluruh elemen,” ujar Halikinnor.

Sampit Expo 2026 menghadirkan sebanyak 105 stan yang diisi oleh pelaku UMKM, pengusaha muda, dan pelaku ekonomi kreatif. Ajang ini menjadi sarana peningkatan brand awareness dan eksposur langsung terhadap produk-produk unggulan lokal, sekaligus wadah edukasi, inovasi, dan pengembangan jejaring bisnis, baik regional, nasional, hingga internasional.

Selain itu, sebanyak 60 stan juga diisi oleh perangkat daerah serta BUMD dan BUMN untuk memperkenalkan berbagai layanan publik dan produk kepada masyarakat secara lebih terbuka dan dekat.

Kemeriahan kegiatan ini turut dilengkapi dengan Gelora Kriya Dekranas Kotim 2026 yang menghadirkan 14 booth komunitas pengrajin dan seniman. Kehadiran mereka memberikan warna artistik sekaligus ruang bagi tumbuh kembang ekonomi kreatif yang berbasis budaya lokal.

Tidak hanya itu, Sampit Expo 2026 juga digelar secara simultan dengan Festival Budaya Habaring Hurung yang melombakan 17 atraksi kesenian, permainan, dan olahraga tradisional. Festival ini menjadi upaya pelestarian warisan leluhur serta penguatan identitas dan kearifan lokal masyarakat Kotim.

“Festival Budaya Habaring Hurung menjadi daya tarik utama yang unik dan autentik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” tambah Halikinnor.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana mengembangkan desa-desa wisata sebagai destinasi wisata budaya guna meningkatkan citra daerah dan pendapatan masyarakat.

Penyelenggaraan rangkaian kegiatan ini berlangsung pada 7–14 Januari 2026. Pemerintah daerah memperkirakan peredaran uang selama kegiatan mencapai Rp7 hingga Rp8 miliar, di luar dampak ekonomi eksternal lainnya selama masa persiapan.

Perputaran ekonomi tersebut diprediksi memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor usaha, seperti bahan bangunan, sandang, kuliner, dan sektor pendukung lainnya. Momentum ini diharapkan menjadi kebangkitan ekonomi rakyat serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Kotawaringin Timur.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian visi dan misi pembangunan Provinsi Kalimantan Tengah. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama