![]() |
| Kondisi Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Pemkab Kotim menargetkan pembangunan jembatan pengganti pada 2027 setelah penyusunan studi kelayakan. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempersiapkan rencana pembangunan jembatan pengganti di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, yang selama ini dikenal warga dengan sebutan Jembatan Patah. Proyek tersebut diproyeksikan mulai dikerjakan pada 2027, diawali dengan penyusunan studi kelayakan pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Penataan Ruang Kawasan Permukiman Kotim, Mentana Dhinar Tistama, menyampaikan bahwa jembatan lama dinilai sudah tidak lagi ideal untuk dipertahankan dalam jangka panjang, mengingat usia dan kondisi konstruksinya.
Menurut Mentana, pada 2026 pihaknya telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menyusun Feasibility Study (FS) sebagai dasar perencanaan pembangunan jembatan baru. Kajian tersebut dibutuhkan untuk memastikan desain dan struktur jembatan sesuai dengan standar keselamatan dan kebutuhan lalu lintas.
“Rencananya pembangunan fisik baru bisa dilaksanakan pada 2027, tentu dengan catatan dukungan anggaran tersedia. Tahun ini fokus kita di penyusunan FS terlebih dahulu,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Ia menambahkan, keterbatasan data teknis jembatan lama menjadi salah satu kendala utama. Dokumen konstruksi awal jembatan tersebut sulit dilacak, sehingga diperlukan kajian menyeluruh untuk menentukan model pembangunan yang paling tepat.
Sambil menunggu realisasi proyek jembatan baru, Pemkab Kotim tetap melakukan langkah antisipatif. Pada tahun 2026, pemerintah daerah menganggarkan sekitar Rp400 juta untuk perbaikan sementara Jembatan Sei Mentawa I.
Dana tersebut digunakan untuk mengganti bagian lantai jembatan, termasuk pelat besi dan material kayu ulin, agar tetap layak dilintasi masyarakat. Perbaikan ini bersifat sementara dan diharapkan mampu menjaga fungsi jembatan hingga pembangunan pengganti dapat direalisasikan.
“Kalau hanya dilakukan pemeliharaan rutin, risikonya kerusakan bisa terjadi kembali dalam waktu singkat. Maka kita lakukan perbaikan terbatas agar jembatan masih aman digunakan, setidaknya sampai pembangunan jembatan baru dimulai,” pungkasnya.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
