![]() |
| Anggota DPRD Kotim, Syahbana |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Syahbana mengusulkan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dilaksanakan sementara waktu selama bulan Ramadan. Ia menilai kebijakan tersebut penting sebagai bentuk penghormatan terhadap pelajar yang menjalankan ibadah puasa.
Politisi yang duduk di Komisi II DPRD Kotim itu menyampaikan, kebiasaan berpuasa umumnya sudah ditanamkan orang tua sejak anak berada di bangku sekolah dasar. Karena itu, menurutnya, lingkungan sekolah sebaiknya ikut mendukung suasana ibadah selama Ramadan.
Ia berpendapat, kegiatan pembagian makanan di sekolah pada siang hari berpotensi mengganggu konsentrasi siswa yang sedang berpuasa, terutama bagi anak-anak yang masih dalam tahap membiasakan diri menahan lapar dan haus.
Selain itu, Syahbana juga menyoroti rencana penyesuaian teknis program selama Ramadan, seperti pemberian makanan yang disimpan hingga waktu berbuka. Menurutnya, jarak waktu yang cukup panjang antara pembagian dan waktu konsumsi berisiko mempengaruhi kualitas makanan.
Ia menilai, konsep tersebut juga tidak sepenuhnya sejalan dengan tujuan awal program yang dirancang untuk dikonsumsi langsung oleh penerima manfaat.
Di sisi lain, penghentian sementara program selama satu bulan dinilai dapat memberikan efisiensi anggaran dalam jumlah besar secara nasional. Anggaran tersebut, menurutnya, dapat dimanfaatkan kembali setelah Ramadan berakhir.
Syahbana menyatakan akan menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. Ia juga menilai kebijakan pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan regulasi dan kondisi masing-masing daerah.
Sementara itu, pemerintah pusat memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan gizi para penerima manfaat, seperti siswa, santri, ibu hamil, dan balita, tetap terpenuhi selama bulan puasa.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
