Revitalisasi Rp4 Miliar, Taman Satwa Jahri Saleh Disulap Jadi Taman Edukasi dan Rekreasi

 

Pembenahan Taman Satwa Jahri Saleh Banjarmasin terus dikerjakan - Foto Dok Nett

SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Setelah lama terkesan terbengkalai, Taman Satwa Jahri Saleh akhirnya mendapat angin segar. Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk merevitalisasi kawasan tersebut pada 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin (DKP3), Yuliansyah Effendi, mengatakan revitalisasi kali ini bukan sekadar tambal sulam, melainkan pembenahan menyeluruh.

“Tahun ini ada pembangunan fasilitas baru seperti kolam, perbaikan area, pembangunan kafetaria, panggung, hingga penambahan aksesoris pelengkap kolam. Total anggarannya sekitar Rp4 miliar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Target Rampung September 2026

Proses lelang proyek disebut telah dilakukan dan paket pekerjaan fisik segera tayang di etalase belanja pemerintah. Pemko menargetkan proyek tersebut bisa rampung paling lambat September 2026.

Menurut Yuliansyah, selama ini perbaikan taman hanya dilakukan secara bertahap dan terbatas. Revitalisasi besar-besaran ini diharapkan mampu menghidupkan kembali kawasan milik Pemko tersebut agar lebih representatif dan menarik.

“Dulu hanya penambahan kecil-kecilan. Tahun ini perbaikannya lebih besar agar wajah taman benar-benar berubah,” tambahnya.

Diharapkan Dongkrak PAD

Selain mempercantik kawasan, taman ini ditargetkan dapat berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemko memproyeksikan potensi pemasukan lebih dari Rp30–34 juta per tahun setelah taman kembali beroperasi optimal.

Tak hanya berorientasi pada pendapatan, taman ini juga dirancang sebagai pusat edukasi dan rekreasi keluarga, khususnya bagi anak-anak. DKP3 ingin menghadirkan konsep pembelajaran langsung terkait pertanian, peternakan, dan perikanan.

Anak-anak nantinya dapat melihat contoh budidaya tanaman buah dan sayuran, serta mengenal satwa yang diperbolehkan dan tidak dilindungi, sebagai bagian dari edukasi lingkungan.

Berganti Nama

Seiring revitalisasi, nama “Taman Satwa” tidak lagi digunakan karena keterbatasan lahan yang tidak memenuhi syarat sebagai kebun binatang. Kawasan tersebut akan berganti nama menjadi Taman Edukasi dan Rekreasi.

Sebelum revitalisasi dimulai, Pemko Banjarmasin juga telah melakukan perbaikan mandiri seperti pembersihan area, pemangkasan tanaman, dan pembenahan ringan lainnya di bawah arahan langsung Wali Kota Muhammad Yamin HR.

Revitalisasi ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan salah satu ruang publik di Banjarmasin agar kembali hidup, ramah keluarga, serta memiliki nilai edukasi yang kuat. (*)


Sumber: Borneotrend

Lebih baru Lebih lama