| Sosialisasi penguatan integrasi layanan primer di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dasar berbasis siklus hidup. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui dinas kesehatan menggelar kegiatan sosialisasi penguatan integrasi layanan primer sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan daerah, Rabu (11/2/2026).
Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, menyampaikan bahwa transformasi sistem kesehatan telah digulirkan Kementerian Kesehatan sejak 2022 melalui enam pilar utama, salah satunya transformasi pelayanan kesehatan primer. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan kesehatan dalam RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada penguatan layanan dasar menuju cakupan kesehatan semesta.
“Transformasi pelayanan kesehatan primer mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif dengan dukungan inovasi serta pemanfaatan teknologi, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, integrasi layanan kesehatan primer berfokus pada tiga hal utama, yakni pendekatan pelayanan berdasarkan siklus hidup, mendekatkan akses layanan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, layanan kesehatan primer ditopang oleh 21 puskesmas, jaringan puskesmas pembantu (pustu), serta posyandu yang berada di tingkat rukun warga. Puskesmas berperan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar, sementara pustu dan posyandu menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat.
Pendekatan baru yang diterapkan dalam integrasi layanan primer tidak lagi berbasis program penyakit, melainkan berorientasi pada siklus hidup masyarakat. Melalui pola kerja baru tersebut, tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan layanan secara terintegrasi dan optimal.
“Koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan, lembaga kemasyarakatan, hingga partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar integrasi layanan kesehatan primer dapat berjalan efektif,” katanya.
Pada tahun 2026, Kabupaten Kotawaringin Timur juga mendapatkan dukungan dana hibah dari Global Fund untuk pelaksanaan integrasi layanan primer. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Nomor 84 Tahun 2026, ditetapkan Puskesmas Ketapang 2 sebagai lokasi percontohan implementasi ILP, bersama dua pustu dan sepuluh posyandu.
Sebelumnya, pada 2024, Pemkab Kotim telah melakukan sosialisasi persiapan pelaksanaan integrasi layanan kesehatan yang melibatkan lintas sektor dan 21 puskesmas. Hingga kini, implementasi ILP di tingkat puskesmas dinilai sudah berjalan optimal, meski pelaksanaan di pustu dan posyandu masih perlu ditingkatkan.
Dari total 152 pustu, sebanyak 43 di antaranya telah melaksanakan ILP. Sementara itu, dari 310 posyandu aktif, sekitar 229 posyandu atau 73 persen sudah menerapkan posyandu berbasis siklus hidup.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah daerah berharap implementasi integrasi layanan primer dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan lintas program dan lintas sektor, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Ketapang 2 sebagai lokasi percontohan.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur