SATUHABAR.COM, KALTENG - Upaya digitalisasi transaksi pemerintah daerah di Kalimantan Tengah terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan evaluasi terbaru, tingkat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di provinsi tersebut telah mencapai 86,8 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, mengatakan capaian tersebut menandakan sistem transaksi pemerintah daerah di Kalteng telah berada pada kategori digital.
“Angka ini menunjukkan bahwa proses elektronifikasi transaksi pemerintah daerah sudah berada pada tahap yang cukup maju,” jelas Yuliansah dalam kegiatan rapat koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Palangka Raya.
Meski demikian, ia menilai pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui sosialisasi dan edukasi yang lebih luas.
Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Kick Off Mini Championship TP2DD Kalimantan Tengah, yang bertujuan memacu kinerja pemerintah daerah dalam mempercepat implementasi transaksi non tunai.
Acara ini dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung, Deputi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan, serta Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah.
Sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan Bank Indonesia diharapkan mampu mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah di Kalimantan Tengah. (*)
(dho/satuhabar)
