Bebie: Potensi PAD Mura Besar, Saatnya Berani Benahi Sistem

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie


SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, melihat forum coffee morning yang digelar Pemkab Murung Raya, yang digelar yang berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Senin (13/4/2026), sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai bergerak lebih serius dalam membenahi sektor pendapatan daerah.

Namun, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan lagi pada pemetaan potensi, melainkan pada keberanian mengeksekusi dan menata sistem yang selama ini belum optimal.

“Potensi PAD kita itu sebenarnya tidak kecil. Yang sering jadi persoalan adalah bagaimana mengelolanya secara konsisten dan berani menertibkan sektor-sektor yang belum tergarap maksimal,” ujarnya, Selasa (14/4/2026)

Bebie menilai, sektor-sektor seperti pertambangan rakyat, jasa penyeberangan, hingga retribusi daerah memang menjanjikan, tetapi harus dibarengi dengan regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat agar tidak terjadi kebocoran.

Ia juga mengingatkan bahwa DPRD tidak hanya akan mendorong peningkatan PAD dari sisi target, tetapi juga memastikan prosesnya tetap berpihak pada masyarakat dan tidak menimbulkan dampak negatif, terutama terhadap lingkungan.

“Jangan sampai kita mengejar pendapatan, tapi justru mengorbankan lingkungan atau membebani masyarakat kecil. Di sinilah peran DPRD untuk mengontrol keseimbangannya,” tegasnya.

Lebih jauh, Bebie menyoroti pentingnya inovasi dalam menggali sumber PAD baru, bukan hanya bergantung pada pola lama. Menurutnya, daerah harus mulai berani membuka peluang baru yang relevan dengan kondisi Murung Raya saat ini.

“Kalau hanya mengandalkan sektor yang itu-itu saja, kita akan stagnan. Perlu terobosan, termasuk memaksimalkan potensi lokal yang selama ini belum dilirik serius,” tambahnya.

Ia memastikan Komisi II DPRD akan lebih aktif melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja perangkat daerah dalam meningkatkan PAD, termasuk mendorong transparansi agar setiap rupiah yang masuk benar-benar berdampak pada pembangunan.

“Target kita bukan sekadar PAD naik, tapi bagaimana PAD itu kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan yang nyata,” pungkasnya. (*)


(faidh/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama