Grup Facebook Resahkan Warga Sampit

Tangkapan layar profil akun anonim dalam grup Facebook yang menuai keresahan warga Sampit.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Warga di Kota Sampit tengah dibuat resah oleh kemunculan sebuah grup di media sosial Facebook yang dinilai mengandung unsur menyimpang. Nama grup tersebut bahkan disebut-sebut mengarah pada hal-hal yang tidak pantas, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

Informasi yang beredar, jumlah anggota dalam grup itu telah mencapai 1,4rb akun. Sebagian besar pengguna diduga memakai identitas anonim atau tidak jelas. Aktivitas di dalamnya pun tidak hanya sebatas perkenalan, tetapi berkembang menjadi percakapan intens hingga ajakan untuk bertemu secara langsung.

Menariknya, anggota grup tersebut tidak hanya berasal dari Sampit, tetapi juga dari sejumlah wilayah lain seperti Lamandau dan Pangkalan Bun. Salah satu unggahan yang sempat mencuat memperlihatkan adanya ajakan yang mengarah pada hal sensitif, yang kemudian menuai perhatian publik.

Kondisi ini membuat sejumlah orang tua merasa khawatir, terutama terhadap anak-anak yang kini semakin aktif menggunakan media sosial. Mereka menilai pengawasan menjadi tantangan tersendiri, terlebih dengan maraknya akun anonim yang sulit dilacak.

“Sekarang bukan hanya anak perempuan yang perlu dijaga, anak laki-laki juga sama. Apalagi kalau sudah aktif di media sosial seperti ini,” ungkap salah satu warga.

Kekhawatiran tersebut muncul karena ruang digital dinilai semakin terbuka tanpa batas. Tanpa pendampingan yang memadai, anak-anak dianggap rentan terpapar konten negatif yang dapat memengaruhi perilaku mereka.

Fenomena serupa sebenarnya pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahun lalu, grup dengan konten meresahkan juga sempat muncul dan akhirnya ditindak hingga ditutup oleh pihak terkait.

Masyarakat pun berharap aparat berwenang segera melakukan penelusuran terhadap aktivitas grup tersebut sebelum dampaknya semakin meluas. Mereka meminta adanya tindakan tegas agar ruang digital tetap aman, khususnya bagi generasi muda.

“Harus segera ditindak. Jangan sampai grup seperti itu semakin berkembang dan pengikutnya bertambah banyak,” tambah warga lainnya.

Di sisi lain, peran keluarga dinilai sangat penting sebagai benteng utama dalam melindungi anak. Orang tua diharapkan lebih aktif memantau aktivitas digital anak serta memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial secara bijak.

Peningkatan literasi digital dan komunikasi terbuka antara orang tua dan anak menjadi langkah penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam pergaulan negatif di dunia maya.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama