Dalam sambutannya, Heriyus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan kepariwisataan yang berdampak positif, terutama dalam pembinaan generasi muda serta peningkatan partisipasi masyarakat di sektor pariwisata.
Menurutnya, ajang Bakah Bawe tidak hanya sebatas kompetisi penampilan, melainkan menjadi wadah strategis untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, serta memiliki pemahaman luas terhadap potensi wisata dan budaya daerah.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang unjuk bakat, tetapi juga proses pembentukan karakter generasi muda yang mampu menjadi duta pariwisata daerah,” ujar Heriyus yang hadir bersama Ketua TP-PKK Murung Raya, Warnita Heriyus.
Ia juga mendorong para pemenang untuk aktif mempromosikan potensi Murung Raya, baik kekayaan alam, budaya, maupun keramahan masyarakat, termasuk melalui pemanfaatan media digital.
“Gunakan media sosial sebagai sarana promosi agar pariwisata Murung Raya semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga internasional,” tambahnya.
Pada ajang tersebut, gelar juara pertama kategori Bakah diraih oleh Alviano dari Kecamatan Permata Intan, sementara kategori Bawe diraih oleh Cladira Sasmita dari Kecamatan Laung Tuhup. Keduanya dinilai unggul dalam berbagai aspek, seperti wawasan, penampilan, dan kemampuan komunikasi.
Untuk posisi Wakil I, kategori Bakah diraih oleh Endru Nakaharapen dari Kecamatan Barito Tuhup Raya, sedangkan kategori Bawe diraih oleh Zefanya Putri Kartini dari Kecamatan Uut Murung. Sementara itu, Wakil II Bakah diraih oleh M. Mirazul Haq dari Kecamatan Laung Tuhup dan Bawe diraih oleh Marisa dari Kecamatan Seribu Riam.
Seluruh pemenang berhasil melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi, pembekalan, hingga penilaian pada malam grand final.
Dengan berakhirnya ajang ini, diharapkan para Bakah Bawe terpilih mampu menjadi representasi pariwisata Murung Raya yang aktif dan berkontribusi dalam mempromosikan potensi daerah ke khalayak yang lebih luas. (*)
(rul/satuhabar)