Ngopi Bareng Jadi Strategi, Dinas Hidupkan Jelawat dan Dorong UMKM Sampit

Suasana Jelawat hidup dengan live musik, warga pun berdatangan menikmati malam sambil dukung UMKM.

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur terus melanjutkan upaya menggerakkan pelaku usaha kecil melalui konsep kegiatan rutin yang menyasar langsung pusat aktivitas masyarakat.

Plt Kepala Dinas, Muslih, menyampaikan bahwa program “ngopi bareng” bersama UMKM kini menjadi salah satu langkah konkret yang sedang diuji coba untuk mendorong perputaran ekonomi sekaligus menghidupkan kawasan wisata lokal.

“Ini kegiatan baru yang kita coba, ngopi bareng bersama pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan kawasan Jelawat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut telah memasuki minggu kedua. Setelah sebelumnya digelar di Swalayan UMKM, kali ini dipusatkan di kawasan Patung Jelawat. Ke depan, lokasi tersebut direncanakan menjadi titik utama pelaksanaan kegiatan setiap malam minggu.

“Insya Allah ke depan kita fokus di kawasan Jelawat, supaya tempat ini hidup dan banyak pengunjung datang,” jelasnya.

Menurut Muslih, tahap awal kegiatan ini masih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan jumlah UMKM yang terbatas. Hal ini bertujuan untuk melihat respons masyarakat serta potensi jumlah pengunjung yang hadir.

“Untuk awal kita lihat dulu antusias pengunjung. Kalau sudah ramai, baru kita gandeng lebih banyak UMKM untuk bergabung,” katanya.

Konsep yang diusung tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi juga menghadirkan hiburan seperti live music guna menarik minat masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan. Dinas pun membuka peluang kolaborasi dengan instansi lain, seperti sektor pariwisata, agar kegiatan tersebut dapat berkembang lebih luas.

Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang dikenal masyarakat, sehingga setiap akhir pekan kawasan tersebut menjadi tujuan berkumpul sekaligus tempat berbelanja produk UMKM.

“Kalau ini sudah berjalan dan dikenal, orang tahu kalau malam minggu di Sampit ada aktivitas di Jelawat. Itu yang kita bangun,” ungkapnya.

Muslih menambahkan, dampak utama yang ingin dicapai adalah meningkatnya pendapatan pelaku UMKM. Dengan hadirnya pengunjung, transaksi di lapangan diharapkan ikut meningkat meski jumlah pelaku usaha yang terlibat masih terbatas.

“Walaupun UMKM yang jualan masih sedikit, tapi kalau pengunjung banyak, otomatis penghasilan mereka juga naik,” ujarnya.

Ke depan, apabila kegiatan tersebut berkembang dan menjadi kebiasaan masyarakat, Dinas menargetkan akan semakin banyak pelaku UMKM yang terlibat sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan lebih luas.

“Target awal UMKM terbantu dulu. Nanti kalau sudah ramai dan menjadi kebiasaan, baru kita kembangkan lebih besar lagi,” tutup Muslih.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama