Pemprov Kalteng Sambut Kunker Komisi II DPR RI dan Wamen ATR/BPN dengan Prosesi Adat Dayak

Penyambutan hangat penuh nuansa adat Dayak mewarnai kedatangan Komisi II DPR RI dan Wamen ATR/BPN di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Rabu (22/4/2026).

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Nuansa adat Dayak menyambut kedatangan rombongan pejabat pusat di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Rabu (22/4/2026). Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara langsung menerima kunjungan kerja Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, bersama Wakil Menteri ATR/BPN RI, Ossy Dermawan.

Penyambutan berlangsung khidmat dengan serangkaian ritual khas Dayak, seperti Potong Pantan, pemasangan Lawung dan Sumping, hingga pengalungan Lilis Lamiang dan Upak Nyamu. Tradisi tersebut merupakan simbol penghormatan tertinggi kepada tamu yang datang ke “Bumi Tambun Bungai”.

Turut mendampingi gubernur dalam prosesi penyambutan, Wakil Gubernur Edy Pratowo, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, serta sejumlah staf ahli dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Kunjungan Komisi II DPR RI ini merupakan bagian dari agenda reses Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 April 2026. Kehadiran rombongan tersebut difokuskan pada penguatan koordinasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian ATR/BPN dalam mendorong pelaksanaan reforma agraria di Kalimantan Tengah.

Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam kunjungan ini, di antaranya penataan aset dan akses, percepatan penyelesaian konflik agraria, serta penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) bagi masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan kepastian hukum atas kepemilikan lahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, dan daerah dapat mempercepat implementasi kebijakan pertanahan dan tata ruang yang lebih terintegrasi, sehingga berdampak langsung pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.(*)


(faidh/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama