Uji Coba Mikrotrans Listrik, Yamin Jajal Langsung: Siap Gantikan Taksi Kuning?

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menguji transportasi publik baru yakni mikrotrans listrik – (Dok. Diskominfo Banjarmasin)


SATUHABAR.COM, KALSEL - BANJARMASIN - langkah berani menuju transportasi masa depan mulai terlihat di Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, turun langsung menguji mikrotrans listrik yang digadang-gadang menjadi solusi baru angkutan umum di kota seribu sungai, Selasa (7/4/2026).

Uji coba dilakukan dengan rute dari halaman Balai Kota menuju kawasan Nol Kilometer dan kembali lagi. Bagi pemerintah kota, ini bukan sekadar peluncuran simbolis, melainkan tahapan krusial untuk menguji performa kendaraan dalam kondisi operasional nyata.

“Ini masih uji coba. Kita ingin lihat daya tahan, jarak tempuh, dan efektivitasnya dari pagi sampai sore. Sekitar satu bulan kita evaluasi sebelum ambil keputusan,” tegas Yamin.

Mikrotrans listrik ini hadir dengan sejumlah keunggulan. Selain mampu mengangkut hingga 13 penumpang, armada ini dilengkapi fasilitas modern seperti CCTV, GPS, serta pendingin ruangan yang memberikan kenyamanan ekstra bagi pengguna.

Pengalaman langsung yang dirasakan Wali Kota pun cukup positif. Ia menyebut perjalanan terasa halus, stabil, dan sejuk—sebuah kombinasi yang jarang ditemui pada angkutan umum konvensional.

“Nyaman, dingin, dan stabil. Ini bisa jadi alternatif baru angkutan umum ramah lingkungan. Tapi kita tetap harus ukur semuanya secara objektif,” ujarnya.

Lebih jauh, kehadiran mikrotrans listrik membuka peluang perombakan besar dalam sistem transportasi kota. Salah satu wacana yang mencuat adalah menggantikan peran “taksi kuning” yang kini kian terpinggirkan.

Namun, transformasi ini bukan tanpa tantangan. Pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya, penyesuaian rute, hingga ketahanan operasional kendaraan berbasis listrik.

Di sisi lain, keuntungan jangka panjang seperti efisiensi biaya operasional dan pengurangan emisi menjadi daya tarik utama. Pemerintah Kota Banjarmasin melihat ini sebagai momentum membangun sistem transportasi modern yang lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mendorong elektrifikasi angkutan umum.

“Arahan pemerintah pusat jelas, kita harus beralih ke listrik. Ini bagian dari efisiensi energi dan anggaran,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kondisi angkutan umum saat ini yang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara taksi kota cenderung stagnan. Karena itu, Dishub menyiapkan skema transisi agar para pengemudi lama tetap terakomodasi.

“Pengemudi taksi kuning tetap kita prioritaskan. Kita uji kelayakannya, dan jika memenuhi syarat, bisa ikut dalam sistem baru ini,” jelasnya.

Ke depan, sistem transportasi kota akan berbasis pada 13 koridor. Saat ini, baru enam yang aktif, sementara sisanya akan dikembangkan bertahap—termasuk kemungkinan diisi armada listrik. Jam operasional dirancang mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WITA.

Uji coba ini menjadi titik penentu arah masa depan transportasi di Banjarmasin. Bertahan dengan sistem lama yang kian ditinggalkan, atau beralih ke moda modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan—keputusan ada di hasil evaluasi satu bulan ke depan. (*)


(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama