 |
| Foto Ilustrasi |
SATUHABAR.COM, KALTENG - PALANGKA RAYA - Krisis antrean bahan bakar minyak mulai dirasakan masyarakat di Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat yang rela mengantre panjang demi memperoleh BBM subsidi jenis Pertalite dan solar.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan bahkan meluber hingga ke badan jalan di beberapa titik utama kota. Kondisi tersebut memicu kepadatan arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk ketika masyarakat beraktivitas.
Warga mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar. Tidak sedikit pengendara yang terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain lantaran stok BBM di sejumlah lokasi cepat habis akibat tingginya permintaan.
Situasi ini mulai berdampak terhadap aktivitas harian masyarakat. Pengemudi ojek online, pekerja lapangan, hingga pelaku usaha kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena mobilitas mereka sangat bergantung pada kendaraan bermotor.
Kelangkaan BBM juga mulai terasa di tingkat pengecer. Sejumlah penjual BBM eceran di pinggir jalan mengaku kesulitan memperoleh pasokan sehingga stok yang biasanya tersedia dalam botol maupun jeriken kini kosong.
Salah seorang pedagang eceran, Bandi, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.
“Biasanya masih ada cadangan untuk dijual eceran, tapi sekarang susah dapat pasokan karena di SPBU juga terbatas,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Akibat terbatasnya ketersediaan BBM, sejumlah pengendara bahkan terlihat harus mendorong kendaraannya di jalan karena kehabisan bahan bakar. Pemandangan itu tampak di beberapa ruas jalan Kota Palangka Raya saat antrean di SPBU semakin padat.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan distribusi dan pasokan BBM agar kondisi tidak semakin meluas. Warga juga meminta adanya penjelasan resmi terkait penyebab antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selain penambahan pasokan, masyarakat berharap distribusi BBM dapat berjalan lebih lancar sehingga kebutuhan bahan bakar tetap terpenuhi tanpa memicu kepanikan.
Di sisi lain, warga juga diimbau tetap tertib saat mengantre dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi BBM dapat merata bagi seluruh pengguna kendaraan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. (*)
(dho/satuhabar)