BMKG Ungkap Penyebab Banjir Rob di Banjarmasin, Dipicu Fenomena Super New Moon

Foto Ilustrasi


SATUHABAR.COM, KALSEL - BANJARMASIN – Banjir rob yang merendam sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir disebut berkaitan dengan fenomena astronomi Super New Moon. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan pasang air laut yang berdampak hingga ke wilayah permukiman warga dan ruas jalan di kawasan pesisir.

Menurut informasi dari BMKG Kalimantan Selatan, fenomena Super New Moon terjadi pada 17 Mei 2026 dan memicu pasang maksimum di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan Selatan, khususnya kawasan aliran Sungai Barito.

Dampaknya dirasakan di beberapa titik di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala yang mengalami genangan akibat air pasang.

Secara astronomi, Super New Moon merupakan kondisi ketika fase bulan baru terjadi bersamaan dengan posisi bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi atau dikenal sebagai perigee.

Situasi tersebut menyebabkan gaya gravitasi bulan terhadap bumi menjadi lebih kuat dibanding biasanya sehingga memicu kenaikan permukaan air laut secara signifikan.

Fenomena ini kerap berdampak pada daerah pesisir dan wilayah yang berada di sekitar muara sungai, termasuk aktivitas masyarakat yang bergantung pada kondisi pasang surut air.

Selain menyebabkan genangan di permukiman, pasang tinggi juga berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan, perikanan darat, hingga kegiatan bongkar muat di kawasan pesisir.

Di Banjarmasin sendiri, banjir rob dilaporkan menggenangi sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman, termasuk wilayah Kelayan, Jalan Zafri Zamzam, dan area sekitarnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga sempat terganggu, terutama pada jam-jam tertentu ketika air pasang mencapai titik tertinggi.

Fenomena Super New Moon diketahui terjadi beberapa kali dalam setahun mengikuti siklus pergerakan bulan. Setelah fase pada 17 Mei 2026, siklus berikutnya diperkirakan kembali terjadi pada pertengahan Juni mendatang.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir maupun bantaran sungai diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air laut, terutama saat fase pasang maksimum berlangsung. (*)


(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama