Beli Beras Murah, Warga Malah Dapat Karung Berisi Pasir

Kasus penipuan bermodus penjualan beras murah menimpa seorang pedagang warung makan di Baamang Hilir, Sampit.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Niat mendapatkan beras dengan harga lebih murah justru berujung kerugian bagi Jamillah, seorang pedagang warung makan di Jalan Usman Harun 2, Gang Gudang Kuning, RT 3, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang. Ia menjadi korban penipuan setelah membeli beras yang ternyata sebagian besar berisi pasir.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB, Minggu pagi. Saat itu Jamillah bersama rekannya, Acil Jum’ah, sedang berada di depan rumah ketika didatangi seorang pria yang menawarkan beras dengan harga Rp13.000 per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibanding harga beras yang biasa mereka beli, yakni sekitar Rp17.000 per kilogram.

Menurut Jamillah, pria tersebut datang menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna biru. Pelaku kemudian menunjukkan sampel beras yang dibawanya. Beras itu terlihat berkualitas baik sehingga membuat korban tertarik untuk membeli.

“Dia menawarkan beras kepada kami. Sampel yang ditunjukkan memang bagus, seperti beras Jawa. Karena harganya lebih murah, kami tertarik,” ujar Jamillah.

Untuk semakin meyakinkan korban, pelaku mengaku bekerja di tempat kakaknya dan belum menerima gaji. Ia mengaku mengambil beras milik keluarganya untuk dijual karena sedang membutuhkan uang.

Setelah terjadi kesepakatan, Jamillah dan Acil Jum’ah membeli sekitar 30 kilogram beras. Jamillah mengambil bagian 20 kilogram, sedangkan Acil Jum’ah membeli 10 kilogram. Total uang yang diserahkan kepada pelaku mencapai Rp400.000.

Sebelum pergi mengambil barang, pelaku sempat meminjam uang Rp10.000 dengan alasan ingin membeli bensin. Ia juga meminta karung kepada korban karena mengaku tidak memiliki wadah untuk membawa beras tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian, pelaku kembali dengan membawa karung yang telah terikat rapi. Tanpa menaruh curiga, korban langsung menyerahkan uang pembayaran sesuai kesepakatan.

Namun, setelah pelaku pergi, Jamillah dan Acil Jum’ah berniat membagi beras tersebut sesuai jumlah yang telah mereka beli. Saat karung dibuka, keduanya terkejut karena isi karung tidak sesuai dengan yang ditawarkan.

“Hanya bagian atasnya saja yang berisi beras, paling sekitar satu kilogram. Di bawahnya ternyata pasir semua,” ungkap Jamillah.

Korban menduga pelaku sengaja mengisi karung dengan pasir lalu menutup bagian atasnya menggunakan beras sebagai kamuflase. Karung tersebut juga dibuat berlapis dan diikat rapi sehingga isi sebenarnya tidak terlihat dari luar.

Akibat kejadian itu, Jamillah mengalami kerugian sekitar Rp260.000, sedangkan Acil Jum’ah kehilangan Rp140.000. Total kerugian yang dialami keduanya mencapai Rp400.000.

Jamillah mengaku sama sekali tidak mengenal pelaku. Menurutnya, pria tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, berkulit sawo matang, bertubuh sedang, mengenakan hoodie hitam, dan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna biru. Korban juga tidak sempat melihat nomor polisi kendaraan karena tidak menaruh kecurigaan sejak awal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus serupa bukan pertama kali terjadi di wilayah Baamang Hilir. Warga menyebut sudah ada hampir tiga kejadian dengan modus yang sama, yakni menawarkan beras murah kepada warga, namun isi karung ternyata berupa pasir yang ditutupi lapisan beras di bagian atas.

Warga diimbau lebih berhati-hati terhadap penawaran barang dengan harga jauh di bawah pasaran. Masyarakat juga disarankan memeriksa isi karung atau kemasan secara menyeluruh sebelum menyerahkan uang pembayaran agar tidak menjadi korban penipuan serupa.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama