SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Fenomena boti yang belakangan ramai diperbincangkan di kalangan pelajar menjadi perhatian DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dewan menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian bersama melalui langkah pembinaan yang melibatkan pemerintah, sekolah, dan orang tua.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, mengatakan perkembangan media sosial dan teknologi informasi memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja. Karena itu, pengawasan dan pendampingan terhadap generasi muda harus terus diperkuat agar tidak terpengaruh hal-hal yang dinilai bertentangan dengan norma yang berlaku.
Menurutnya, beberapa waktu lalu pihaknya juga menerima laporan terkait konten media sosial yang mengarah pada penyimpangan perilaku seksual di kalangan remaja. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian seluruh pihak agar tidak semakin berkembang.
“Ini menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah daerah, tetapi juga orang tua dalam menjaga dan mendidik anak-anak agar tidak salah arah,” ujar Riskon, Selasa (2/6).
Ia menegaskan, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui pendekatan edukatif dan pembinaan yang berkelanjutan. Selain memberikan pemahaman kepada remaja, langkah tersebut juga bertujuan membentuk karakter generasi muda agar mampu menghadapi pengaruh negatif dari lingkungan maupun media sosial.
Riskon menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kotim sebenarnya telah memiliki sejumlah program pembinaan remaja yang dijalankan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), salah satunya program Duta Remaja Sehat.
Namun demikian, ia menilai program tersebut perlu mendapat dukungan lebih besar agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan remaja.
“Program pembinaan yang sudah ada harus terus diperkuat karena menyasar generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus daerah ini,” katanya.
Meski pemerintah saat ini dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, Riskon menegaskan pembinaan remaja tidak boleh diabaikan. Ia mendorong adanya dukungan dari pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu pelaksanaan kegiatan positif bagi generasi muda.
Ia berharap melalui pembinaan yang berkesinambungan, berbagai persoalan sosial di kalangan remaja dapat diminimalkan sehingga tercipta generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur