SATUHABAR.COM, KALTENG - PALANGKA RAYA – Selain fokus pada aksi pemadaman di area hutan, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Kalimantan Tengah gencar melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Tim siaran keliling diterjunkan ke sejumlah titik strategis di Kota Palangka Raya guna mencegah timbulnya bencana kabut asap yang berisiko memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kegiatan edukasi ini menyasar pusat-pusat keramaian warga, pemukiman, hingga lingkungan sekolah di kawasan Panarung, Jalan Trans Kalimantan, Cilik Riwut, Mahir Mahar, hingga Kecamatan Sebangau.
Petugas di lapangan secara aktif membagikan masker serta lembaran informasi mengenai bahaya membakar lahan. Langkah preventif ini dilakukan bersamaan dengan penyisiran rutin yang dipimpin oleh Tim Operasi Satgas Karhutla di kawasan yang berpotensi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBPK Kalteng, Ahmad Toyib, menyatakan bahwa partisipasi publik sangat menentukan keberhasilan penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah secara keseluruhan.
"Keberhasilan pengendalian Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat," tegas Ahmad Toyib.
Ia juga meminta warga untuk segera berkoordinasi dan melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kemunculan titik api di wilayah pemukiman maupun perkebunan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan menggunakan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas terdekat," pungkasnya. (*)
(dho/satuhabar)
