Danantara Resmi Gabungkan Empat Asset Management BUMN

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar rapat bersama Komisaris Utama dan Direktur Utama Himbara, Senin (15/6/2026). (Dok. cnbcindonesia.com)



SATUHABAR.COM, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengambil langkah strategis dengan mengonsolidasikan empat perusahaan manajer investasi milik badan usaha milik negara (BUMN) menjadi satu entitas. Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat pengelolaan aset negara sekaligus membentuk perusahaan asset management terbesar di Indonesia.

Empat perusahaan yang akan disatukan dalam proses tersebut adalah PNM Investment Management, BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, dan Mandiri Manajemen Investasi yang akan menjadi entitas penerima (surviving entity). Melalui konsolidasi ini, Danantara menargetkan terciptanya sistem pengelolaan investasi yang lebih efisien, terintegrasi, dan memiliki daya saing tinggi di pasar.

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penyederhanaan struktur perusahaan bukan sekadar penggabungan organisasi. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset BUMN agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi negara.

Ia menjelaskan, aset yang telah dikonsolidasikan nantinya diharapkan dapat dikelola secara lebih produktif dengan tata kelola yang semakin kuat. Selain meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan hasil merger juga diproyeksikan memiliki kapasitas lebih besar dalam menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Keputusan penggabungan empat perusahaan manajer investasi itu disepakati dalam rapat yang dihadiri jajaran pimpinan Danantara, yakni CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, serta Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.

Danantara menilai konsolidasi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan aset negara yang modern, profesional, dan terintegrasi. Dengan skala pengelolaan yang lebih besar, perusahaan hasil merger diharapkan mampu meningkatkan produktivitas aset BUMN, memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar investasi nasional, serta memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (*)


Sumber: cnbcindonesia.com

 

Lebih baru Lebih lama