![]() |
| Foto Ilustrasi |
SATUHABAR.COM, KALSEL - BANJARMASIN – Kecelakaan maut yang diduga melibatkan aksi tabrak lari merenggut nyawa seorang petugas kebersihan di Kota Banjarmasin. Peristiwa tragis itu terjadi di Jalan Brigjen H Hasan Basri, kawasan Kayu Tangi, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Korban diketahui bernama Dewi Fitriani (44), warga Jalan Cemara Gang Akasia 3, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin Utara. Saat kejadian, korban diduga tengah menjalankan tugas rutinnya membersihkan ruas jalan pada pagi hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka berat akibat benturan keras, termasuk patah pada bagian kaki kanan. Nahas, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adik korban, Achmad Yani (38), mengungkapkan bahwa kakaknya dikenal sebagai sosok pekerja keras yang setiap hari berangkat sejak dini hari untuk menjalankan tugas sebagai petugas kebersihan.
"Setiap pagi beliau memang bekerja menyapu jalan. Informasi yang kami terima, korban ditabrak kendaraan yang kemudian langsung meninggalkan lokasi kejadian," ujarnya.
Kepergian Dewi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Sejak suaminya meninggal dunia sekitar tujuh tahun lalu, korban menjadi tulang punggung keluarga dan berjuang membesarkan ketiga anaknya seorang diri.
Menurut Achmad Yani, beberapa bulan sebelum kejadian, sang kakak sempat beberapa kali menyampaikan firasat yang kini sulit dilupakan keluarga.
"Beliau pernah beberapa kali mengatakan merasa usianya tidak panjang. Namun saat itu kami tidak menganggapnya serius karena kondisi kesehatannya baik dan tidak pernah mengeluh sakit," katanya.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat setelah rekaman video amatir di lokasi kejadian beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat suasana pascakecelakaan yang memicu keprihatinan publik sekaligus dorongan agar pelaku segera ditemukan.
Hingga kini, identitas kendaraan maupun pengemudi yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut masih belum terungkap. Aparat kepolisian disebut tengah melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri pelaku yang melarikan diri setelah kejadian.
Keluarga korban berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap kasus tersebut sehingga pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya keselamatan para petugas kebersihan yang bekerja di ruang publik, terutama pada jam-jam rawan ketika aktivitas kendaraan mulai meningkat di jalan raya. (*)
(yus/satuhabar)
