12 Titik Api Kembali Muncul di Sekitar Sampit, Bupati Minta Warga Waspada

12 titik api kembali terdeteksi di sekitar Kota Sampit. Bupati Kotim Halikinnor mengajak masyarakat ikut waspada dan membantu mencegah karhutla meluas.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih terus dilakukan. Meski sejumlah titik api sebelumnya berhasil dipadamkan, titik-titik baru kembali bermunculan.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, berdasarkan pantauan terbaru, terdapat 12 titik api yang terdeteksi di sekitar kawasan kota pada Jumat (21/8/2026).

“Memang titik api ini sudah beberapa hari kita padamkan, muncul lagi titik-titik api baru. Pada hari ini sudah 12 titik, di sekitar kota ini saja sudah ada 12 titik,” kata Halikinnor.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan sejumlah instansi terkait terus melakukan pemadaman. Petugas bahkan harus bekerja dari siang hingga malam untuk mengendalikan api yang terus muncul di sejumlah lokasi.

Namun, kondisi tersebut menjadi tantangan karena titik api dapat kembali muncul setelah sebelumnya berhasil dipadamkan. Halikinnor menyebut kemungkinan api kembali menyala akibat terbawa angin, namun tidak menutup kemungkinan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Karena itu, ia meminta masyarakat ikut meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan sekitar. Warga yang menemukan adanya aktivitas pembakaran yang disengaja diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

“Kita siang malam memadamkan ini, tapi api muncul terus di mana-mana. Makanya saya minta masyarakat juga memonitor lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

Halikinnor menegaskan penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah api kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Ia juga meminta masyarakat segera melakukan penanganan awal apabila menemukan titik api kecil di sekitar lingkungan, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas.

“Kalau ada mulai titik api kecil, segera dipadamkan dulu. Mumpung masih kecil, itu kan dia tidak melebar,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, saat ini memprioritaskan pemadaman di kawasan permukiman untuk menjaga keselamatan rumah dan lingkungan warga. Sementara penanganan titik api di kawasan yang sulit dijangkau tetap dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Halikinnor berharap seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat kepedulian dan gotong royong dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan kering.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama